Headlines News :
Home » , , » Kercules dan kelompoknya Diciduk Resmob Polda Metro

Kercules dan kelompoknya Diciduk Resmob Polda Metro

Written By Jainal Fatmi on Sabtu, 09 Maret 2013 | 01.52

JAKARTA-Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, Hercules Rozario Marcal dan puluhan kawannya ditangkap karena dilaporkan masyarakat terkait aksi pemerasan dan premanisme.

Aksi pemerasan itu dilakukan anggota Hercules di pertokoan milik PT Tjakra Multi Strategi, tak jauh dari apartemen Belmont Residence. "Jadi ini ada laporan dari masyarakat, terkait aksi preman dan pemerasan yang dilakukan Hercules," kata Rikwanto saat dihubungi wartawan, Jumat (8/3/2013) malam.

Menurut Rikwanto, masyarakat baru melaporkan kasus tersebut karena takut membuat laporan kepada polisi. Akhirnya warga melaporkannya tidak secara tertulis, tetapi melalui telepon. "Mereka mau lapor tapi takut, kalau lapor tertulis takutnya diintimidasi. Akhirnya dilaporkan lewat suara melalui telepon," ujar Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, bentuk pemerasan itu dilakukan kelompok Hercules di pertokoan yang sedang dalam tahap pembangunan. Mereka diduga melakukan pemerasan dengan meminta uang hingga ratusan juta rupiah. "Jadi kompleks ruko yang belum jadi, yang ada bangunannya. Jadi diperas kontraktornya," jelas Rikwanto. Ketegangan terjadi saat penangkapan Hercules Rozario Marcal dan kawan-kawannya di kompleks Perumahan Kebon Jeruk Indah, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/3/29013) petang.

Salah seorang anggota kelompok Hercules sempat menangis saat dibekuk polisi. "Sakit, Pak!" katanya sambil menangis ketika dipaksa tengkurap oleh anggota Resmob Polda Metro Jaya di lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, peristiwa ini terjadi saat anggota polisi sedang melakukan apel untuk mencegah aksi premanisme di tempat-tempat umum.

Setiap pekan anggota polisi melakukan upacara apel secara berpindah-pindah di tempat yang rentan terjadi aksi premanisme. "Kita mau supaya Jakarta itu zero premanisme," kata Hengki. Hengki mengungkapkan, aksi premanisme tidak boleh terjadi di tengah masyarakat. Mereka tidak boleh melakukan tindakan yang merugikan warga lain, apalagi hingga mengintimidasi masyarakat yang tinggal di sekitar pertokoan milik PT Tjakra Multi Strategi tersebut.

Pantauan wartawan, pada saat penjemputan paksa terjadi, semua anggota kelompok Hercules berada di jalan dekat rumah Hercules. Anggota Resmob Polda Metro datang dan menggelandang anggota Hercules ke jalan tersebut. Setelah itu, mereka ditelungkupkan dan kedua tangan mereka di belakang badan.

Dalam penangkapan itu, Hercules sempat melakukan perlawanan. Ia terlibat cekcok dengan Hengki sehingga Hengki meminta bantuan Resmob Polda Metro Jaya. Hercules akhirnya dijemput paksa dengan diborgol dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya dengan mobil patroli, sedangkan puluhan rekannya diangkut dengan angkutan umum.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah