Headlines News :
Home » , » Banyak Perusahaan Tambang Di Morowali Di Duga Tidak Terapkan Aturan Tenaga Kerja

Banyak Perusahaan Tambang Di Morowali Di Duga Tidak Terapkan Aturan Tenaga Kerja

Written By Metropost on Rabu, 10 April 2013 | 20.17


MOROWALI MP - Dampak dari kekayaan sumberdaya alam yang ada di Kabupaten Morowali telah memberikan tempat pada  perusahaan - perusahaan yang ternama untuk menginvestasikan dananya lewat kegiatan usaha pertambangan, dengan harapan adanya ketersedian lapangan kerja, yang nantinya mampu memberikan dan meningkatkan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya dan Masyarakat Morowali pada khususnya .
          Tetapi sangat di sayangkan,berdasarkan informasi dari berbagai lapisan masyarakat yang berhasil di himpun  oleh METROPOST menerangkan bahwa masih ada juga peng usaha yang bergerak di bidang pertambangan yang tidak mengindahkan aturan –aturan yang telah di tetapkan pemerintah daerah maupun pusat.
            Seharusnya pihak pengusaha tambang  mengacu pada aturan yang menjadi payung hukum dalam  dunia pertambangan,tentang apa yang menjadi kewajiban dan hak  perusahan demi untuk keselamatan kerja khususnya yang bergerak di lokasi tambangan,karyawan pada khususnya.
           Berdasarkan temuan dan fakta dilapangan,ternyata masih ada pengusaha tambang yang tidak memikirkan keselamatan karyawan saat   dilapangan,berdasarkan temuan tim mETROPOST  ada beberapa perusahaan  yang tidak mengindahkan aturan ketenaga kerjaan  tersebut,misalnya perusahaan  CV.REZKI UTAMAdan perusahaan CV.Tri daya jaya sama sekali bulum menerapkan aturan sefty (APD)yang mana kedua perusahan ini nilai hanya memikirkan hasilnya tanpa memikirkan keselamatan para karyawan khususnya yang bekerja di lokasi tambang  dan di duga kedua perusahaan ini tidak pernah melaporkan jumlah karyawannya ke Dinas terkait, selain itu saat penerimaan karyawan  pihak perusahaan ini  tidak pernah memberikan surat kontrak kerja bagi mereka yang telah bekerja di perusahaan,serta di duga kedua perusahaan ini juga belum  mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta  JAMSOSTEK.
         Menurut  Narasumber, salah satu aktifis pemerhati keselamatan kerja  yang bergerak di pertambangan, saat berbincang –bincang dengan  wartawan di ruang kerjanya mengungkapkan ,kami sangat prihatin dengan nasib para saudara – saudara kita (karyawan) yang bekerja di perusahaan yang bergerak di dunia tambang,dimana mereka harus bekerja tanpa di lengkapi alat pelindung diri (APD).
          Berdasarkan peraturan Alat Pelindung Diri (APD) yang tertuang pada pasal 4 butir 4 dari kepmen 55 tentang hak dan kewajiban perusahaan ,dimana para pekerja tambang  berhak untuk mendapatkan secara Cuma – Cuma dari perusahaan tambang.
          Apa sih yang menjadi aturan standarisasi yang menjadi payung hukum perusahaan  yang bekerja di lokasi tambang ? hal ini lah yang sering di abaikan oleh pihak – pihak perusahaan ,seharusnya pihak perusahaan  memperhatikan dan memberikan apa yang menjadi hak dan kewajiban  para karyawan yang bekerja di lokasi tambang,tandasnya.
          Peran serta  dan ketegasan pemerintah sangat lah di butuhkan untuk menerapkan aturan – aturan  yang telah di tetapkan demi keselamatan para karyawan  yang bekerja di lokasi tambang,serta menindak perusahaan – perusahaan tambang yang tidak memikirkan ataupun menerapkan aturan –aturan yang tertuang pada kepmen No 55.
          Dan tidak menutup kemungkinan  masih banyak perusahaan tambang di kabupaten Morowali di duga tidak menerapkan aturan tersebut dimana mereka hanya mengejar keuntungan dari target kuota yang telah ditetapkan tanpa memikirkan keselamatan kerja para karyawannya. (TIM )
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah