Headlines News :
Home » , , » Kepsek SMK 2 Selayar Terindikasi Lakukan Korupsi

Kepsek SMK 2 Selayar Terindikasi Lakukan Korupsi

Written By Metropost on Rabu, 10 April 2013 | 20.13

Kab.Selayar, MP - Tugas seorang kepala sekolah adalah mendorong kualitas pendidikan di lembaga yang dipimpinnya sehingga bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, terampil, dam memiliki berbudi pekerti yang luhur. Untuk itu, seorang kepala sekolah haruslah menjadi tauladan bagi para siswa dan guru yang menjadi bawahannya.

Lain halnya dengan Muh.Fatri, S.Pd selaku Kepala sekolah SMK 2 Kelauatan, kepulauan Selayar dirasa tidak layak dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan, karena tidak mampu memberikan contoh yang baik. Perilakunya yang menyimpang menunjukkan ketidakmampuannya menjadi seorang pemimpin. Fakta tersebut dibuktikan dengan tidak adanya komunikasi yang baik dengan dewan sekolah, guru, dan anak didiknya.

Seorang nara sumber yang enggan disebutkan identitasnya, kepada metro post mengatakan bahwa Fatri telah banyak menyalahgunakan wewenang sehingga berpotensi merugikan keuangan negara (korupsi). “Kondisi sekolah banyak terbengkalai. Penggunaan anggaran untuk keperluan sekolah tidak transparan dan selalu mengambil alih penggunaan anggaran yang bukan haknya.” Kata nara sumber.

Saat berita ini diturunkan, pihak sekolah berhutang ke toko sebesar Rp. 10 juta dari pembelian ATK. Bahkan, aliran listrik diputus oleh PLN serta dicabutnya aliran air oleh PDAM akibat tidak dibayar, dengan alasan anggaran dari pusat belum cair. Masih menurut nara sumber, ada yang lebih parah lagi, yaitu pembangunan gedung sekolah yang dibangun senilai Rp. 210 juta untuk tahun anggaran 2010-2011, hingga saat ini belum selesai. “Seharusnya pembangunan tersebut dikelola oleh panitia sekolah, tapi di ambil oleh kepalah sekolah,” Ujarnya.

Dikatakannya pula, anggaran berikutnya 2011-2012 dan 2012-2013 panitia bersikeras untuk tidak lagi memberi kesempatan kepala sekolah untuk mengambil alih, sehingga akhirnya betul-betul selesai pekerjaan bisa selesai 100 persen. “Kalau gedung yang dikerjakan kepala sekolah sampai saat ini belum ada lantai, juga plafon atap belum selesai sampai sekarang. Padahal anggaran serta volume sama, yaitu masing-masing 210 juta rupiah.” Ungkap nara sumber sambil menunjuk bangunan yang terbengkalai. “Coba lihat itu sana dananya sudah habis,” ungkapnya.

Lebih jauh, nara sumber mengatakan bahwa persoalan ini sebenarnya tidak ada lagi toleransi bagi kepala sekolah. Mestinya, penyimpangan tersebut sudah masuk keranah hukum karena sangat merugikan negara dan para siswa generasi bangsa dalam soal belajar mengajar. “Bagaimana kami dapat belajar dengan baik kalau lampu diputus oleh PLN dan air dicabut oleh PDAM ? kami ini sekolah kejuruan atau kompotensi keahlian dan agro bisnis perikanan yang berkaitan dengan elektronik seperti LCD, leptop, termasuk kolam budidaya ikan yang menggunakan air dan listrik untuk rotasi airnya tidak lagi berfungsi akibatnya beberapa ikan mati.” Katanya.

Parahnya konsi sekolah berpengaruh terhadap jumlah murid yang semakin berkurang, dari 150 menjadi 104 siswa, bahkan kelas 2 AP hanya memiliki jumlah murid 3 siswa. Sebagai sekolah baru, yang diusulkan oleh bupati selayar Syahrir Wahab karena melihat dari geografis dari kepulauan Selayar, sangat cocok dengan adanya SMK Kelautan.

Karena, Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan daerah kepulauan. Penduduknya yang mayoritas bermata pencaharian dibidang perikanan, sangat cocok masyarakatnya “Bagaimana masyrakat Selayar akan percaya akan kualitas dan citra pendidikan SMK 2 yang dinakhodai M.Fatri sebagai kepala sekolah?”tandasnya.(MJ/PM)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah