Headlines News :
Home » , » KOlong Tol Jadi Tempat Komersil, Warga Resah

KOlong Tol Jadi Tempat Komersil, Warga Resah

Written By Metropost on Senin, 20 Mei 2013 | 19.57

JAKARTA, MP - Warga Pademangan Timur berharap kolong tol yang berada di lingkungan RW 10 Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara segera di tertibkan. Pasalnya, kolong tol selama ini hanya di gunakan sekelompok orang untuk usaha penampungan barang bekas, besi tua, warung, parkir mobil dan tempat billiard. 
"Kami melihatnya semerawut padahal berada di tengah kota dan dekat dengan kantor kelurahan. Seharusnya di lakukan penataan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Kris, 40, salah seorang warga Pademangan, Senin 20 Mei 2013. 
Menurutnya, dirinya lebih setuju bila kolong tol di jadikan taman maupun sarana olahraga. Bila, perlu, katanya di buatkan tempat untuk anak-anak bermain edukatif. "Dari pada kelihatan kumuh dan semerawut lebih baik di gunakan yang lebih baik. Apalagi kolong tol itu merupakan akses masuk bagi masyarakat Pademangan Timur. Masa baru masuk wilayah Pademangan Timur kelihatan kumuh," jelasnya. 
lebih jauh di katakannya, lokasi kolong tol Pademangan Timur berada di tengah kota antara kemayoran dan Ancol. "Sayangnya lokasi tersebut banyak dimanfaatkan untuk kegiatan usaha seperti penampungan barang bekas dan besi tua, serta lainnya," ucapnya. 
Ditempat terpisah, pengelola tol Cawang Tanjung Priok-Pluit PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) sendiri sesungguhnya sangat mendukung keinginan warga dan rencana Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang ingin menertibkan bangunan liar di kolong tol tersebut. 
Menurut Direktur operasional PT CMNP Suarmin Tioniwar, CMNP bersama Pemda DKI Jakarta sempat beberapa kali melakukan penertiban kolong tol. Namun, setelah di tertibkan bangunan kembali bermunculan. "Tidak jarang penghuni kolong tol menutup pipa pembuangan air diatasnya sehingga jalan tol jadi tergenang," kata Suarmin seperti di kutip Poskota (20/5/2013).
Suarmin mengaku tidak tahu persis berapa jumlah penghuni kolong tol mulai dari Sungai Bambu, Warakas, Papanggo, Pademangan Timur, Pademangan Barat hingga Pluit. Namun yang pasti, kata dia, jumlah mereka setiap saat terus bertambah sehingga lingkungan semakin kumuh. (IDRIS)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah