Headlines News :
Home » , » Paguyuban KB Pria Jakut Terbentuk

Paguyuban KB Pria Jakut Terbentuk

Written By Jainal Fatmi on Rabu, 01 Mei 2013 | 00.52

JAKARTA, MP - DITENGAH sulitnya memotivasi kaum pria untuk berperan serta dalam ber-Keluarga Berencana ( KB ) di lima wilayah Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu, membuat Kepala Kantor KB Jakarta Utara, Hasanudin Hadi Suryo memutar otak merancang bagai mana metode dan upaya untuk menjaring  kaum pria menjadi akseptor KB.

Salah satu langkah dan upaya yang ditempuh menurut Hasanudin, dari sekian metode yang paling efektif,  untuk Jakarta Utara  adalah membentuk Paguyuban KB Pria. Dari 31 kelurahan yang ada sudah 13 kelurahan yang membentuk paguyuban.

Ke 13 kelurahan yakni, Kelurahan  Kalibaru, Semper Barat, Tanjung priok, Sungai Bambu, Pademangan barat, Ancol, Pejagalan, Penjaringan, Tugu Utara, Lagoa, Rawa Badak Utara, Kelapa Gading Barat dan Kelurahan Pegangsaan Dua.

Paguyuban KB pria merupakan. Komunitas / perkumpalan bapak-bapak yang telah ber KB pria, khususnya operasi pria dalam satu wadah yang kemudian dilatih untuk menjadi motivator KBM, kata Hasanudin.

Dengan menggunakan pil atau metode inilah membuat Kota Administrasi Jakarta Utara, berhasil merekrut peserta KB operasi pria pada tahun 2012 yang lalu sebanyak 592 akseptor atau 114,07 dari target. 519 akseptor. Secara keseluruhan. Pencapaian program KB di Jakarta Utara. Tahun 2012. Sebanyak 94.286 akseptor atau 132,42 % dari target 71.203 akseptor, terang Hasanuddin.

Dampak program KB di Jakarta Utara, lanjut Hasanudin, terhadap anggaran belanja daerah, karena peserta KB aktif secara terus menerus menggunakan alat kontrasepsi di Jakarta Utara sampai dengan Desember 2012 sebanyak. 218.942 akseptor.

Pencapaian tersebut. Jika dihitung menurut. Metode Sahala Sutejo , maka Jakarta _Utara mampu mencegah kelahiran (biart avertage) sebanyak 55.475 bayi untuk tahun 2012.
Sedangkan menurut metode Askobat Gani seorang bayi dari nol tahun sampai 6 bulan ke depan dapat menghabiskan biaya sebesar RP.1,5 juta.

Dengan demikian , maka jumlah bayi yang tidak terlahirkan. (55.474) dikalikab dengan biaya RP1,5 juta, maka Jakarta Utara pada tahun aea0awae dapat menghemat anggaran belanja sebesar RP. 83,2 Milyar.

Sementara itu, Walikota Jakut H. Bambang Sugiyono, merasa bersyukur masyarakat Jakarta Utara  telah mengerti apa yang menjadi tujuan program KB, salah satunya adalah untuk mensejahterakan keluarga, dengan program KB ini masyarakat akan semakin sejahtera.

Disamping itu, dengan  dibentuknya paguyuban Peserta KB Pria akan menambah silaturahmi diantara kita semua, tentunya  kalau ada sesuatu masalah bisa dipecahkan bersama, tambah Walikota.

Sedangkan kelurahan yang belum membuat paguyuban kalau sudah ada akseptor KB priya nya untuk segera dibentuk, agar anggotanya  bisa  menjadi motivator KB, harap Walikota.(MET)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah