Headlines News :
Home » , » Polres Jakut Ciduk Puluhan Preman

Polres Jakut Ciduk Puluhan Preman

Written By Metropost on Kamis, 09 Mei 2013 | 00.14

JAKARTA, MP - Untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyrakat, jajaran Polres Jakarta Utara kembali menggelar Operasi Cipta Kondisi, Sabtu (6/4). Operasi yang berlangsung sejak pukul 13.00-17.00 itu berhasil menciduk sebanyak 80 orang yang diduga sebagai preman dari sejumlah titik rawan aksi kriminalitas di Jakarta Utara.

Oleh petugas ke-80 terduga preman itu langsung digelandang ke Mapolres Jakarta Utara. Kepala Bagian Operasional Polres Jakarta Utara, AKBP Allan Satya Dharmawan mengatakan, ke-80 tersangka ini diciduk dari sejumlah tempat di Jakarta Utara yang memang dikenal rawan aksi kriminalitas. Mereka diduga sebagai pelaku penjambretan, pencurian dengan kekerasan, bajing loncat, pak ogah dan para pemain judi.

 "Operasi ini dilakukan berdasarkan laporan warga yang resah atas aksi premanisme. Untuk sementara, wilayah Tanjungpriok dan Koja sebagai titik rawan aksi premanisme," ujar Satya di Mapolres Jakarta Utara, Sabtu (6/4). Dikatakan Satya, puluhan preman tersebut berhasil diciduk dari enam kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Utara. Namun, yang paling banyak ditemukan bajing loncat di sepanjang jalur menuju pelabuhan Tanjungpriok yang kerap memalak sopir truk kontainer.

Untuk mengantisipasi aksi premanisme, kata Satya, pihaknya ke depan akan menggandeng organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengedepankan peran Babinkamtibmas serta melakukan patroli untuk mencegah aksi premanisme sejak dini. "Yang paling sering ditangkap bajing loncat dan pak ogah. Tapi, sekarang sudah kami tekan dengan adanya operasi ini setiap hari, sehingga masyarakat akan merasa aman," katanya.

Puluhan preman ini, tambah Satya, selanjutnya akan diberikan pembinaan dan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis sampai ada petunjuk berikutnya. Namun, bila mereka masih melanggar dan tertangkap lagi, akan ditindak tegas dengan ancaman kurungan penjara. "Sementara ini, kami tidak menemukan adanya yang mengkoordinir preman.

Mereka sifatnya hanya musiman dan ada yang perorangan," ucapnya. Sementara itu, Jaka (15), salah seorang yang terjaring razia mengaku kaget saat dirinya ditangkap petugas. Sebab, saat itu dirinya tengah memarkirkan mobil di wilayah Sunter. "Ya kaget, tiba-tiba saya disuruh masuk mobil. Padahal, saya lagi markirin mobil orang di Sunter," tandasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah