Headlines News :
Home » , » Joko Widodo Lantik Lurah & Camat Hasil Lelang

Joko Widodo Lantik Lurah & Camat Hasil Lelang

Written By Metro Post News on Sabtu, 29 Juni 2013 | 09.29


JAKARTA, MP - Sebanyak 415 calon camat dan lurah dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ada 78 orang merupakan pejabat eselon tiga sementara 337  orang pejabat eselon empat yang lolos seleksi dan promosi terbuka Lurah dan Camat DKI Jakarta.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah I Made Karmayoga mengatakan sebanyak 44 orang dilantik menduduki posisi camat.  Sedangkan 34 orang non defintif akan ditempatkan dalam jabatan setingkat camat atau eselon tiga. Sebanyak 264 orang dilantik untuk menduduki posisi lurah. Sedangkan 73 orang akan menduduki jabatan setingkat lurah atau eselon empat.

Dari 44 orang camat yang dilantik, 17 diantaranya merupakan camat non defintif. Sedangkan 76 orang dari 264 orang lurah yang dilantik merupakan lurah non-defintiif. Usai dilantik mereka harus mampu menangani tugas dan fungsinya. Selama enam bulan BKD akan membuat tim khusus yang terdiri dari Bappeda, Biro Hukum, BPLH dan Kepala Dinas terkait program yang harus dijalankan oleh lurah dan camat serta ahli dari non pemerintahan. 

Gubernur Jokowi berharap para pejabat hasil seleksi terbuka ini bisa menunjukkan kinerja yang lebih baik. "Saya tahu selama delapan bulan ini kita semua sudah bekerja keras, tetapi untuk selanjutnya saya ingin kita bekerja lebih keras lagi," kata dia dalam pidato sambutannya di halaman Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.

Setidaknya ada tiga pekerjaan rumah yang diberikan Jokowi untuk para pejabat anyar itu. Pertama, memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. "Dalam proses seleksi, ada tes kemampuan pelayanan prima, jadi camat dan lurah harus melayani masyarakat sebaik-baiknya," kata dia.

Baik-buruknya kinerja kecamatan dan kelurahan, kata dia, akan diawasi melalui Indeks Government Service. Dari situlah akan terlihat apakah pelayanan pemerintah masih kurang, sedang, atau sudah baik.

Kedua, Jokowi meminta para lurah dan camat menggerakkan masyarakat untuk menata lingkungan mereka. Salah satunya dengan meminta rukun tetangga dan rukun warga untuk mengkoordinasi warga. "Selokan yang penuh sampah pasti bisa bersih kalau RT dan RW bisa menggerakkan warga."

Selain itu, dia meminta agar camat dan lurah tak mengandalkan SKPD untuk menata lingkungan. Misalnya dalam hal penataan pedagang kaki lima dan parkir liar yang menyebabkan kemacetan. "Kalau ada satu pedagang tidak ditempatnya, langsung ditegur. Jangan tunggu sampai ada 1.000 orang lalu baru bingung," katanya.

Tak ketinggalan, Jokowi meminta parkir liar segera ditertibkan, tidak menunggu Dinas Perhubungan turun ke jalan. "Masalah yang besar memang urusan kami (di Provinsi), tetapi yang punya lingkungan juga harus ikut mengatasi yang kecil-kecil."

 “Lurah dan Camat jangan langsung tidur setelah pelantikan, kalau penilaian mereka selama enam bulan buruk maka mereka dapat diturunkan atau digeser,”ujarnya.IDRIS

Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah