Headlines News :
Home » , » Rusunawa Rawa Bebek bukan Hanya untuk Warga Jakarta

Rusunawa Rawa Bebek bukan Hanya untuk Warga Jakarta

Written By Metro Post News on Rabu, 03 Juli 2013 | 16.11

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memastikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Rawa Bebek, Ca­kung, Jakarta Timur, dapat dihuni para pekerja ber-KTP dari luar Jakarta. Mereka pun dipersilakan untuk segera mendaftar.
"Saya kira enggak harus pakai KTP Jakarta," ujar Jokowi setelah acara peletakan batu pertama (ground breaking) di lokasi tersebut, Selasa (2/7) sore. Acara dihadiri Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Jokowi mengatakan, pihaknya akan langsung membuka pendaftaran bagi para calon penghuni rusunawa khusu untuk pekerja lajang itu.
"Baru dibangun seperti ini akan langsung dibuka pendaftaran yang mau tinggal. Jangan sampai rampung entar bingung siapa yang ngisi," tuturnya seperti dikutip Kompas.com.
Pembangunan itu merupakan hasil kerjasama Kementerian Perumahan Rakyat serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan membangun 14 unit menara (tower) rusunawa di Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur.
Tahap pertama, Kemenpera akan membangun 6 unit menara terlebih dahulu yang direncanakan akan rampung pada Desember 2013. Sementara sisa menara lainnya akan dikerjakan pada 2014.
Anggarannya Rp 98 milar untuk enam tower pertama. Satu tower seharga Rp 16,3 milar itu mampu menampung 616 buruh lajang. Artinya, ada 3.600 buruh yang dapat tinggal di rusun tersebut.
Jumlah pekerja yang diserap untuk tinggal di rusun khusus lajang ini lebih banyak dibanding rusun model keluarga.
Mengenai berapa tarif sewanya, Menpera Djan Faridz menyerahkannya kepada Gubernur DKI. Hanya saja, dia berharap tarifnya Rp 50.000 untuk satu orang buruh. "Sewanya yang nentuin Pak Jokowi. Kita harapkan Rp 50.000-lah satu buruh," katanya.
Menpera mengatakan, satu unit kamarnya akan dihuni 4 orang buruh lajang. Artinya, dengah harga sewa per kepala Rp 50.000, satu unit kamar di Rusunawa Rawa Bebek menjadi Rp 200.000 per bulan.
Namun, jumlah itu belum termasuk biaya fasilitas umum lainnya. "Kalau untuk biaya listrik, kan pakai lift, dan biaya operational maintenance, satpam, sama kebersihan. Jadi listrik untuk kamarnya, dan air untuk kamarnya bayar masing-masing," ujar Djan Faridz.
Sehingga, dari empat orang buruh yang menghuni satu unit rusun bisa membayar bersama biaya fasilitas umum tersebut. Djan Faridz mengatakan, pengelolaan Rusun Rawa Bebek sepenuhnya ada di tangan Pemprov DKI Jakarta. "Kita hibahkan nanti," katanya.

Ditambahkan, enam tower pertama Rusunawa Rawa Bebek untuk para pekerja luar atau dari DKI, maka dua sisanya yang dibangun tahun 2014 khusus bagi pekerja yang memiliki KTP DKI. (TR)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah