Headlines News :
Home » , , » Aseng Tak Menyangka yang Ikut Pasang Judi Togel Itu Ternyata Polisi

Aseng Tak Menyangka yang Ikut Pasang Judi Togel Itu Ternyata Polisi

Written By Metro Post News on Kamis, 22 Agustus 2013 | 11.33

SEMARANG
- Nur Alim alias Aseng (52), warga Kaligawe, Kota Semarang, hanya bisa pasrah ketika disergap anggota Reskrim Polrestabes Semarang di warung makan Pak Gondrong, Tegalrejo, Semarang Timur, Kota Semarang, Jumat (16/8/2013) pukul 21.00 pekan lalu. Dia tak menyangka orang yang sebelumnya memasang nomor judi togel adalah anggota polisi berpakaian preman.
"Namanya orang pasang ya saya ladeni, ternyata polisi," katanya ketika ditemui di Mapolrestabes Semarang, Rabu (21/8/2013).
Dia menuturkan, belum lama ini menjalani profesi sebagai pengecer kartu togel Hongkong. Dalam sehari, Salim mengaku bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah dari hasil pemasangan nomor togel.
"Kalau omzet pasangan bisa Rp 5 juta sehari, kadang cuma Rp 1 juta saja," katanya.
Dia mengatakan, warung makan Pak Gondrong dipilih sebagai tempatnya mengecer kartu togel karena dianggap aman dan mudah dijangkau oleh pelanggannya.
Salim menjelaskan, membuka eceran nomor togel sejak pagi hingga malam hari untuk menyetorkan uang hasil rekap pemasangan nomor togel kepada bandar yakni Bejo, warga Tambakrejo, Kota Semarang. Setelah pukul 23.00 WIB, barulah Bejo menginformasikan kepada Salim nomor yang sudah dikocok.
"Pada pukul 11 malam, Bejo memberi nomor yang keluar," katanya.
Setelah mendapatkan informasi nomor keluar dari Bejo, barulah Salim melanjutkan info tersebut kepada pelanggannya.
Anggota Reskrim Polrestabes Semarang yang menangkap Salim pun langsung mengembangkan kasus tersebut. Berdasarkan penuturan Salim, polisi berhasil menangkap Bejo di kediamannya di daerah Tambakrejo, Kota Semarang.
"Awalnya anggota hanya menangkap pengecernya, setelah itu berdasarkan informasi, kami tangkap bandarnya juga," ujar Kapolrestabes Semarang, Kombespol Elan Subilan.
Menurut Elan, Salim merupakan pengecer yang sudah diincar oleh polisi lantaran banyaknya laporan warga terkait praktek perjudian di Semarang Timur.
"Banyak laporan warga tentang perjudian, jadi kami turunkan anggota kesana," katanya.
Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 675 ribu, kupon pasangan nomor togel, dan handphone merk Cross warna hitam.
Keduanya diancam pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah