Headlines News :
Home » , » Bupati Serang Didesak Cabut Izin Tambang Pasir Laut

Bupati Serang Didesak Cabut Izin Tambang Pasir Laut

Written By Metro Post News on Jumat, 30 Agustus 2013 | 17.01

Serang - Puluhan warga Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda Pulau Tunda, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Serang, Kamis (29/8). Mereka mendesak Bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman, untuk segera mencabut izin penambangan pasir laut di wilayah itu, karena akan menyengsarakan masyarakat khususnya para nelayan setempat.
Puluhan warga Pulau Tunda itu mendatangi Kantor Bupati Serang sekitar pukul 10.30 WIB, dengan menggunakan kendaraan roda dua dan satu unit mobil bak terbuka. Aksi para warga Pulau Tunda ini mendapat pengamanan ketat dari Polres Serang dan Polsek Kota Serang.
Koordinator aksi, Rosyid Ridho menegaskan, Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman sangat tidak pro terhadap kepentingan rakyat. Dikeluarkannya izin penambangan pasir laut di Pulau Tunda oleh Taufik Nuriman menurutnya, merupakan bukti nyata bahwa Bupati Serang itu tidak pro terhadap rakyat.
"Penambangan pasir laut itu tidak membawa manfaat bagi masyarakat setempat, dalam hal ini masyarakat Pulau Tunda. Yang terjadi justru masyarakat Pulau Tunda yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan, justru menderita kerugian karena tidak bisa melaut," tegasnya.
Rosyid menegaskan, dengan adanya penambangan pasir laut di perairan Pulau Tunda, yang terjadi malah kerusakan ekosistem laut, serta berdampak negatif terhadap penghasilan nelayan. "Perlu diketahui, mayoritas masyarakat Pulau Tunda berprofesi sebagai nelayan yang mengandalkan kehidupannya dari laut," jelasnya.
Menurut Rosyid, Bupati Serang terkesan lebih pro kepada kepentingan perusahaan yang menambang pasir di Perairan Pulau Tunda, dengan melegalkan penambangan pasir laut yang dilakukan oleh Koperasi Tirta Niaga Pantura.
"Kami mendesak Bupati Taufik Nuriman segera mencabut izin tambang pasir laut di Perairan Pulau Tunda. Kami juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut aktivitas penambangan pasir laut itu, karena diduga cacat hukum," katanya.
Setelah satu jam lebih melakukan orasi, dan tidak ada satu pun pejabat Pemkab Serang yang menemui puluhan warga itu, akhirnya mereka membubarkan diri. Namun mereka mengancam masih akan melakukan aksi besar-besaran jika tuntutan mereka tidak kunjung dipenuhi.(SP)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah