Headlines News :
Home » , , » Kejari Takalar Tetapkan Pengawas Dana BOS Jadi Tersangka

Kejari Takalar Tetapkan Pengawas Dana BOS Jadi Tersangka

Written By Jainal Fatmi on Sabtu, 17 Agustus 2013 | 11.23

TAKALAR-MP- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar akhirnya menetapkan pengawas dana bantuan operasional sekolah (BOS) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Takalar, Sugianto sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana BOS yang dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Sanur Takalar, Andi Ika Sahriana Dwi. Dia dianggap gagal menjalankan tugasnya sebagai pengawas dana pemerintah tersebut sehingga mengakibatakan terjadinya kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah. "Pengawas BOS sudah kami tingkatkan dari saksi menjadi tersangka," kata Kepala Seksi Intel Kejari Takalar, Muhammad Yusuf, saat ditemui MP dikantornya,beberapa waktu lalu. Dia mengatakan peran Sugianto yakni menyetujui dan menandatangani berkas pengajuan jumlah siswa penerima dana BOS oleh Andi Ika Sahriana Dwi, tanpa melakukan pengecekan langsung di SMP Sanur guna mensinkronkan database total siswa sebenarnya. "Kasus ini masih terus kami kembangkan," kata Yusuf. Andi Ika sendiri sebelum telah terlebih dahulu dinyatakan sebagai tersangka. Dia diduga kuat selewengkan dana sosial dari pemerintah itu dengan modus menggelembungkan jumlah siswa penerima dana BOS di sekolah yang dipimpinnya, demi mendapat jatah tambahan. Itu dilakukan selama tiga tahun berturut-turut yakni 2010, 2011, dan 2012. Pada tahun 2010, tersangka mengajukan setidaknya 60 siswa penerima dana BOS, sementara berdasarkan data absensi total siswa di sekolah tersebut hanya 13 orang. Dana BOS yang cair saat itu RP8.6 Juta per triwulan. Sedangkan, tahun 2011, tersangka kembali mengajukan setidaknya 73 siswa sebagai penerima bantuan biaya dari pemerintah tersebut. Sementara, total murid saat itu hanya 14 orang. Anggaran BOS yang dikucurkan pemerintah saat itu sebesar Rp10.4 Juta per triwulan. Di tahun 2012, jumlah siswa yang digelembungkan lebih besar dibandikan tahun 2010 dan 2011 yakni 89 siswa. Sementara, siswa di absensi hanya 10 orang. Dana yang cair kala itu sekitar Rp15 juta per triwulan.(sukri)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah