Headlines News :
Home » , » Penertiban PKL Pasar Asemka Hanya Butuh Satu Bulan

Penertiban PKL Pasar Asemka Hanya Butuh Satu Bulan

Written By Metro Post News on Rabu, 14 Agustus 2013 | 11.28

Jakarta,-Keberhasilan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat termotivasi untuk menertibkan keberadaan PKL di wilayahnya yang selama ini kerap mengganggu kelancaran lalu lintas. Salah satu lokasi PKL yang dibidik yaitu PKL Pasar Pagi Asemka, Kecamatan Tambora. Bahkan Pemkot Jakbar yakin hanya membutuhkan waktu satu bulan untuk membenahi PKL di kawasan tersebut.

Walikota Jakarta Barat Fatahillah mengatakan, jika penertiban PKL Tanah Abang butuh waktu dua bulan, maka dia optimis penertiban PKL di Pasar Pagi Asemka hanya butuh waktu sebulan. “Dengan catatan, kami mendapat dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta untuk menertibkannya,” ujar Fatahillah, Selasa (13/8).

Namun Fatahillah belum dapat memastikan kapan penertiban dilakukan. Sebab, saat ini pihaknya masih melakukan rapat koordinasi dengan unit terkait untuk penertiban. “Memang akan ada rencana penertiban PKL di kawasan Pasar Pagi Asemka. Tapi soal waktu kini masih kami rapatkan dengan unit-unit terkait,” terang Fatahillah.

Camat Tambora, Yunus Burhan, menambahkan, demi kelancaran upaya penertiban, saat ini pihaknya melakukan pendataan PKL yang berada di kawasan Pasar Pagi Asemka. Pasalnya, pihaknya tidak hanya sekadar melakukan penertiban, tetapi juga memberikan solusi bagi para PKL. Untuk mengakomodir para PKL paska penertiban, telah disiapkan sebanyak 700 kios di Pusat Grosir Perniagaan, Jl Perniagaan Raya, Kelurahan Roamalaka, Tambora. PKL Pasar Pagi Asemka yang nantinya akan diakomodir, kata Yunus, yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.

“Hasil pendataan yang kami lakukan, saat ini terdapat sekitar 500-an PKL di Pasar Pagi Asemka. Dan sebenarnya puluhan PKL yang membuka lapak di Pasar Pagi Asemka sudah menyewa kios di pusat grosir perniagaan. Tetapi karena Pasar Pagi Asemka diserbu PKL, mereka ikut berjualan di Pasar Pagi Asemka dan kios yang mereka sewa, mereka jadikan gudang,” ujar Yunus, Selasa (13/8).

Mengenai keberadaan ratusan kios permanen di kolong flyover jembatan layang Asemka, terang Yunus, bila memang ilegal juga akan dibongkar. “Tapi soal kios permanen yang berada di kolong jembatan layang Asemka tersebut akan kami cek statusnya. Bila ilegal seperti perintah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, akan kami tertibkan,” ungkap Yunus.

Hasan, seorang PKL Pasar Asemka mengaku tidak keberatan dengan rencana penertiban yang akan dilakukan Pemkot Jakarta Barat. Namun sebagai warga Jakarta yang memiliki KTP DKI dan telah berjualan selama 15 tahun di Pasar Pagi Asemka, dia meminta agar Pemkot Jakbar menyiapkan lokasi baru yang kondusif.

“Buat saya tidak masalah direlokasi asalkan lokasi yang baru benar-benar kondusif dan ramai pembeli,” ujarnya.(BJ)
 
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah