Headlines News :
Home » , , » Ahok Akui 60% Lurah dan Camat Hasil Lelang Berkinerja Jelek

Ahok Akui 60% Lurah dan Camat Hasil Lelang Berkinerja Jelek

Written By Metro Post News on Kamis, 12 September 2013 | 17.57

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama mengakui hasil lelang jabatan atau promosi seleksi jabatan lurah dan camat tidak 100 persen berkinerja baik. Diantaranya ada sebanyak 60 persen camat dan lurah hasil lelang jabatan justru berkinerja jelek.
Kinerja yang tidak memuaskan tersebut, bukan berarti camat dan lurah tersebut tidak pintar, hanya saja mereka tidak mengetahui konsep pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Bahkan banyak diantara mereka yang selama ini berada di zona nyaman sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga tidak bisa melayani warganya dengan baik.
"Gini lho, bukan berarti mereka bodoh. Tapi artinya tidak sesuai dengan harapan kita terhadap konsep melayaninya. Ya pas-pasan konsep pelayanannya, standar saja. Itu mungkin yang masuk jadi camat dan lurah karena dia sudah terlalu lama di zona nyaman. Jadi dia enggak mengerti lagi melayani orang,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (12/9).
Hanya sekitar 40 persen camat dan lurah hasil lelang jabatan yang dapat memberikan pelayanan publik sangat baik kepada warganya. Meski sedikit, ternyata mereka mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja 60 persen camat dan lurah yang kinerjanya masih belum memuaskan.
Sehingga secara keseluruhan, masyarakat menilai pelayanan di kelurahan dan kecamatan sudah lebih baik dibandingkan sebelum dilakukan lelang jabatan.
"Setelah ada yang masuk 40 persen, yang 60 persen terpengaruh juga. Dia takut juga kan. Secara keseluruhan setelah dievaluasi. Masyarakat merasa pelayanan di kelurahan dan kecamatan lebih baik. Karena dia takut dicopot. Karena kita bilangin Anda pas-pasan lho. Tapi kita pertahankan, makanya Anda harus berubah,” ujarnya.
Camat dan lurah yang belum memuaskan kinerjanya dalam melayani warganya, masih diberikan kesempatan hingga akhir tahun ini. Waktu diberikan untuk memperbaiki kinerja dan pelayanannya sebagai pengayom warga di wilayahnya.
Setelah itu, pihaknya akan melakukan seleksi jabatan camat dan lurah yang kedua untuk menggantikan camat dan lurah yang kinerjanya tidak memuaskan. Rencananya, lelang jabatan tersebut akan dilakukan setelah Pemprov DKI mendapatkan tenaga pendidik atau guru dan kepala dinas serta staf di dinas-dinas.
"Kita akan tes dulu. Setelah kita dapatkan guru dan dinas, maka kita akan adakan lagi seleksi jabatan lurah dan camat kedua. Sekali lagi PNS DKI tidak ada yang bodoh. Tapi ini soal peduli atau tidak peduli. Tidak peduli itu bisa dilatih, kalau dia takut dipecat. Kalau dia bodoh ya susah. Tapi DKI enggak ada yang idiot. Kita evaluasi lah, kasih kesempatan. Tapi bisa saja, mereka dicopot di tengah jalan,” tegasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah