Headlines News :
Home » » Damkar DKI Upayakan Penempatan Alat Pemadam Portabel untuk Kawasan Kumuh

Damkar DKI Upayakan Penempatan Alat Pemadam Portabel untuk Kawasan Kumuh

Written By Metro Post News on Selasa, 10 September 2013 | 17.09


Jakarta - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta sedang mengupayakan penyediaan alat pemadam kebakaran portabel di kawasan pemukiman kumuh.
Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Subedjo mengatakan setiap kampung kumuh harus ada alat pemadam kebakaran portabel. Seperti piringan, tabung merah, fire motor, mobil pemadam, dan pawang geni.
"Kita memang tempatkan alat pemadam kebakaran protabel, seperti alat piringan. Kemudian kita latih mereka, kita berikan konsultasi penanganan kebakaran dan pelatihan penggunaan alat," kata Subedjo, Jakarta, Selasa (10/9).
Hingga saat ini, pihaknya terus berupaya mengadakan alat pemadam portabel di seluruh kampung kumuh. Tetapi karena keterbatasan anggaran, belum semua kawasan kumuh memiliki alat pemadam portabel tersebut.
"Ya, tentu setiap kampung kumuh ada. Tapi belum seluruhnya. Sebenarnya sudah banyaklah, datanya saya lupa. Karena memang untuk lima wilayah di kawasan padat itu ada. Seperti alat pemadam piringan, motor pompa portabel dan sepeda motor kebakaran," ujarnya.
Paling tidak, lanjutnya, satu RT sudah ditempatkan alat pemadam piringan. Untuk jumlahnya relatif tergantung jumlah penduduk dalam satu RT itu. Yaitu antara satu hingga dua unit alat pemadam.
Namun, penyediaan alat pemadam merupakan langkah mengantisipasi meluasnya kebakaran di kawasan kumuh. Bukan mencegah terjadinya kebakaran sejak dini. Sedangkan, penyebab utama terjadinya kebakaran adalah arus listrik akibat bertumpuknya pemakaian stop kontak listrik serta buruknya instalasi listrik.
"Contohnya, waktu libur Lebaran, kebakaran yang terjadi paling banyak karena listrik, padahal pemakaian listrik berkurang. Dari penyelidikan yang ada, instalator listrik perlu diganti," ungkapnya.
Jaringan kabel listrik di kawasan kumuh sudah tidak layak digunakan, kabel listrik banyak yang terkelupas digigit tikus dan sambungan listriknya sudah tidak sempurna. Kondisi seperti ini harus segera diperbaiki agar dapat menekan kasus kebakaran yang kerap kali terjadi kawasan kumuh.
Seharusnya, pemilik rumah peduli untuk memperbaiki sambungan listrik dan jaringan kabel yang rusak. Namun, selalu saja permasalahan tidak punya dana menyeruak. Karena itu, Subedjo akan mencoba mencarikan dana corporate social responsibility (CSR).
"Mestinya yang punya rumah harus peduli untuk perbaiki instalasi listriknya. Tapi selalu terbentur alasan enggak punya duit. Bagaimana kalau enggak punya duit? Ya, bagaimana mau memaksanya? Bisa juga ya minta CSR dari swasta. Minta bantuan untuk pemasangan instalansi listrik," papar Subedjo.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah