Headlines News :
Home » , » Disorda Sudah Siapkan Sanksi untuk Kontraktor dan Konsultan GOR Koja

Disorda Sudah Siapkan Sanksi untuk Kontraktor dan Konsultan GOR Koja

Written By Metro Post News on Selasa, 24 September 2013 | 15.41

Jakarta - Atas peristiwa musibah runtuhnya cetakan beton (bekesting) pada areal tangga saat pengecoran, Kamis (19/9) pukul 17.00 WIB, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta telah mempunyai gambaran sanksi yang akan diberikan kepada pihak ketiga pembangunan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan GOR Kecamatan Koja, Disorda bekerja sama dengan pihak ketiga melalui proses lelang. Yaitu kontraktor pelaksana PT Ganiko Adi Perkasa, Konsultan Pengawasan PT Kreasi Pola Utama dan Konsultan Perencana PT Tabar Pratama Konsultans.
Kepala Disorda DKI Jakarta Ratiyono mengatakan untuk menentukan kelalaian atau kesalahan ada di pihak mana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan peristiwa ini.
"Sementara ini kami serahkan kepada pihak yang berwajib. Kami sudah memberikan keterangan kepada Polres Jakarta Utara. Saat ini penyelidikan masih terus berlangsung," kata Ratiyono saat jumpa pers di kantor Disorda DKI, Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur, Selasa (24/9).
Kendati masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian, Ratiyono menyatakan telah mempunyai gambaran tentang sanksi dan pihak mana yang akan dikenakan sanksi. Tetapi dia belum berani mengungkapkan sanksi apa yang akan diberikan kepada pihak ketiga tersebut. Karena dia tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan Polres Jakarta Utara.
"Saya sudah mempunyai gambaran sanksinya. Tapi saya belum berani mengungkapkannya kepada publik. Karena takut tidak klop dengan hasil pemeriksaan forensik dari temuan Polres. Kalau sudah pasti saya akan beritahukan. Yang pasti sudah ada gambaran sanksi apa yang akan diberikan," ujarnya.
Begitu juga dengan tindakan lanjutan pasca runtuhnya konstruksi tanggan GOR Kecamatan Koja ini. Sudah disiapkan skenario yang terbaik, sehingga pembangunan GOR ini dapat dilanjutkan hingga rampung.
"Tindakan apa selanjutnya, nanti akan ada acuan dan kriterianya, mana yang tidak kompeten dan mana yang kompeten. Pastinya kami meminta kepolisian secepatnya menyelesaikan penyelidikannya, agar kami bisa melanjutkan pembangunan GOR ini," paparnya.
Lalu Ratiyono memaparkan kronologis runtuhnya konstruksi cetakan beton tangga yang sudah dirancang untuk kapasitas beban 2 ton. Ketika proses pengecoran memakai dua pompa cor beton dan yang berfungsi hanya satu saja. Sehingga terjadi penumpukan beton pada satu titik yang mengakibatkan kapasitas beban melebihi dari yang direncanakan.
Masalah lain adanya gangguan komunikasi antar operator pompa cor beton dengan pelaksana pekerjaan dalam hal memberikan intruksi aba-aba setop. Karena ada gangguan tersebut, maka pendistribusian cor beton mengalir terus pada satu titik. Akibatnya, konstruksi cetakan beton tidak dapat menahan kapasitas beban yang diperkirakan 6 ton ditambah kecepatan pompa ready mix.

 
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah