Headlines News :
Home » » Jokowi : Terus Sampai Tertib

Jokowi : Terus Sampai Tertib

Written By Metro Post News on Kamis, 26 September 2013 | 16.50

Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan, razia dengan cara menggembosi ban sepeda motor dan mobil yang diparkir baik di badan maupun bahu jalan akan terus dilakukan.
"Pokoknya sampai semua tertib. Kalau sudah tertib, sudah rapi, nanti sedikit demi sedikit mulai dihilangkan," ujar Jokowi di Balai Kota, Rabu (25/9).
Gubernur menyatakan kekecewaannya terhadap perilaku juru parkir (jukir) liar yang menyediakan pentil dan pompa di lokasi parkir liar. Meski begitu, penertiban terus dilakukan termasuk kepada jukir liar.
"Itu namanya servis yang baik. Ya, kan? Servis yang baik, kan, memang pelanggan harus diberi servis dan dilayani dengan baik. Tapi, kalau masalah aturan, itu persoalan kita nanti," kata mantan Wali Kota Surakarta itu.
Jokowi memerintahkan aparat Dishub DKI untuk melakukan penertiban terhadap juru parkir yang menyediakan servis berupa pentil dan pompa kepada "pelanggannya" itu.
Dengan demikian, pengendara yang melanggar tidak merasa mendapatkan kemudahan yang salah dari juru parkir.
Lokasi parkir liar yang telah ditertibkan dengan cara mencabut pentil di antaranya parkir liar di sekitar Roxy, Menara Peninsula, Pasar Gembrong, dan Jalan Pramuka.
Sayangnya, razia dengan mencabut pentil mobil dan motor itu masih tebang pilih. Petugas Dinas Perhubungan DKI tidak berani mencabut pentil mobil yang menggunakan pelat khusus nomor kendaraan polisi dan TNI.
Seperti di depan Jalan Kramat Raya, tepatnya di depan Mapolres Jakarta Pusat hingga gedung Komisi Yudisial.
Sepanjang sekitar 200 meter badan jalan itu digunakan sebagai tempat parkir liar. Bahkan banyak mobil polisi yang terparkir di ruas jalan tersebut.
"Dilema kita untuk menindak di sana," kata Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak.
Menurut dia, pihaknya sudah pernah menegur pengemudi yang memarkir kendaraannya di depan Mapolres Jakarta Pusat itu. Namun, teguran itu tidak dihiraukan lantaran polisi juga mempunyai wewenang untuk melakukan penertiban. Sementara selama ini, menurutnya, polisi tidak melakukan penindakan terhadap pemarkir liar itu.
"Kendaraan itu yang punya polres. Kalau kita tindak, dia juga yang menindak, ya, kita mikir-mikir. Kita pernah negur, tapi nanti kita koordinasi lagi dengan mereka," katanya.
Ia mengatakan, sesuai dengan aturan perundang-undangan, siapa pun tidak diperkenankan memarkir kendaraan baik di badan jalan maupun trotoar.
Selama ini, Dishub DKI Jakarta mengaku selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan aturan tersebut.
"Karena, sejatinya untuk menerapkan patuh pada UU Lalu Lintas adalah tugas kita bersama," katanya.
Di lokasi lain, aparat Dishub DKI telah menindak ratusan kendaraan yang diparkir liar.
Kendaraan itu digemboskan bannya dan dicabut pentilnya. Penindakan tersebut juga dilakukan di kawasan Kebon Kacang dan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
"Hari ini ada 141 kendaraan yang dicabut pentilnya dan terpaksa diderek," katanya.
Sanksi Sosial
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta agar pelanggar parkir juga dikenai kerja sosial.
"Selain kurungan atau ganti uang, juga ada tindakan lain yang mendidik mereka. Di situ ada kerja sosial. Besok saya mau ke jaksa sama pengadilan lagi untuk bahas soal ini," ujar Ahok di Balai Kota kemarin.
Ahok meminta agar para petugas tegas saat melakukan penertiban parkir liar.
"Yang penting cabut saja, ada polisi mengikuti juga, kok," katanya.
Kepala Bidang Pengendali Operasi Dishub DKI Sunardi Sinaga mengatakan, petugas memberi kesempatan bagi pengendara yang dicabut pentilnya untuk melakukan mediasi.
"Itu tindakan mediasi supaya pelanggar dan aparat ketemu di kantor untuk ditindaklanjuti proses hukum. Karena, saat penindakan, para pelanggar tidak ada di lokasi," kata Sunardi.
Pelanggar yang dicabut pentil ban kendaraannya karena dianggap telah menyalahi UU Lalu Lintas dan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Sebab, ada rambu-rambu lalu lintas yang dilanggar dan fungsi trotoar yang diambil para pelanggar.SK

Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah