Headlines News :
Home » , » Korupsi, Kepala Dinas Pendidikan Pandeglang Ditahan

Korupsi, Kepala Dinas Pendidikan Pandeglang Ditahan

Written By Metro Post News on Selasa, 24 September 2013 | 15.47

- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Abdul Azis ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang di Rutan Pandeglang terkait kasus korupsi pengadaan alat peraga olah raga senilai Rp1,6 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2011.
Berdasarkan pantauan, tersangka Abdul Azis tiba di Kejari Pandeglang, Senin (23/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Pemandangan di lingkungan Kejari Pandeglang tidak seperti biasanya. Sejak pagi anggota Polres Pandeglang sudah bersiaga di dalam Gedung Kejari Pandeglang. Bahkan, mobil tahanan Toyota Kijang Rover dengan nomor polisi A 252 K dan satu mobil pengawal langsung disiapkan untuk mengantarkan Abdul Azis ke Rutan Pandeglang.
Tidak hanya itu, karena kesehatan Abdul Azis sempat terganggu Kejari Pandeglang mendatangkan tim medis untuk memeriksa kondisi kesehatan tersangka baik itu terkait tenakan darah, jantung dan lainnya.
Sekitar pukul 14.00 WIB, dua unit mobil dari Kejati Banten tiba untuk memantau proses penahanan orang nomor satu di Dinas Pendidikan Pandeglang itu. Beberapa jaksa yang diketahui sebagai Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Banten turun dari mobil dan langsung masuk ke ruang kerja Kajari Pandeglang Sitti Ratnah.
Sekitar 15 menit berada di ruangan, kemudian tersangka Abdul Azis keluar dari ruangan penyidik dan langsung dimasukan ke mobil tahanan. Abdul Azis yang masih mengenakan pakaian dinas diapit jaksa dan polisi selanjutnya diantar ke mobil tahanan untuk ditahan di Rutan Pandeglang. "Saya akan melawan kedzoliman," kata Azis sesaat sebelum masuk ke mobil tahanan berwarna hitam tersebut.
Sementara, Kajari Pandeglang Sitti Ratnah didampingi Kasi Pidsus Masmudi menjelaskan, penahan tersangka Abdul Azis sesuai dengan pasal 21 KUHAP. "Tersangka kami titipkan di Rutan Pandeglang. Hari ini (Senin 23/9-Red) pemeriksaan kedua sebagai tersangka dan langsung kami tahan sesuai pasal 21 KUHAP," jelas Sitti Ratnah.
Ratnah juga mengatakan, pihaknya belum memberitahukan kepada keluarga tersangka terkait penahanan ini. Namun, secepatnya hal itu akan disampaikan ke keluarga tersangka."Kami akan kirim surat untuk memberitahukan penahanan tersangka kepada keluarga,” katanya.
Sebelumnya, Masmudi mengatakan, bahwa selain memeriksa Abdul Azis, pihaknya juga melakukan pemeriksaan tahap dua terhadap tersangka lainnya yakni Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pandeglang, Hamim Sutawijaya, dan dua orang tersangka lainnya yakni Ade Nurjanah dan Asep Rohman dari perusahaan pemenang tender CV Putra Ujung Kulon.
"Berkas tersangka lainnya akan kita limpahkan ke PN Tipikor Serang, namun sebelumnya kami sempurnakan dulu berkasnya," ujarnya.
Masmudi juga mengungkapkan, mengenai kerugian negara akibat kasus ini yang semula sebesar Rp500 juta, naik menjadi Rp622 juta. Jumlah kerugian itu naik berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setelah melakukan audit ulang. Selain itu, pihaknya juga sedang melacak aliran dana hasil korupsi melalui Pusat Pelaporan dan Analisis Transaski Keuangan (PPATK).
"Setelah dilakukan audit ulang oleh BPKP kerugian negara menjadi Rp622 juta dari sebelumnya Rp500 juta. Kita juga akan melacak aliran dana itu melalui PPATK," ujarnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah