Headlines News :
Home » , , » Tak Maksimal Layani Warga, Lurah dan Camat Akan Dicopot

Tak Maksimal Layani Warga, Lurah dan Camat Akan Dicopot

Written By Metro Post News on Senin, 02 September 2013 | 19.48

Jakarta - Sejak dilantik pada 27 Juni 2013 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap kinerja para Lurah dan Camat hasil lelang jabatan atau seleksi promosi terbuka.
Lurah dan camat yang ditemukan tidak dapat melayani warga dengan baik, atau membiarkan warga tidak terurus dan terlunta-lunta serta terjadi penurunan tingkat kesejahteraan, maka mereka terancam dirotasi atau dimutasi ke tempat lain. Artinya, mereka akan dicopot dari jabatannya sebagai lurah dan camat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan evaluasi yang dilakukan Pemprov DKI tidak hanya untuk pejabat eselon II saja, tetapi juga lurah dan camat yang baru dilantik sekitar dua bulan lalu.
Indikator penilaian kinerja lurah dan camat menurutnya sangat mudah. Pihaknya hanya melihat apakah masih ada pungutan saat mengurus administrasi kependudukan, pelayanan cepat atau lambat, hingga jam operasional kelurahan dan kecamatan dalam melayani warga.
"Gampang kok ngukurnya. Kita tinggal melihat masih ada pungutan atau tidak, mereka melayani cepat atau tidak. Saya lihat ada juga lurah dan camat yang baik, mereka mau buka pelayanan hingga malam hari, bahkan Sabtu-Minggu dia buka juga," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dari semuanya itu, dapat diketahui tingkat kepuasan warga terhadap pelayanan kantor kelurahan dan kecamatan. Selain itu, juga dilihat jumlah warga yang tidak mendapatkan Kartu Jakarta Sehat (KJS), jumlah warga miskin dan solusi terhadap kemiskinan warganya.
"Kita akan tanya itu, ada berapa orang yang tidak dapat KJS di wilayahnya, ada berapa orang yang susah. Kalau sampai dia sendiri tidak tahu, ini kan jadi masalah. Ini yang lagi kita plot indikatornya. Pak Gubernur bisa rasakan, nggak lucu dong ada orang terlunta-lunta, ada yang putus sekolah, mereka tidak tahu," ujarnya.
Ahok sering menemukan fakta di lapangan, lurah dan camat tidak mengetahui permasalahan yang dialami oleh warganya. Seperti saat dia temukan ada orang yang tinggal di jembatan, ternyata lurah dan camatnya tidak tahu. Lalu ada anak kembar usia 13 sudah putus sekolah dua tahun juga tidak diketahui pemerintahan setempat.
Hasil pemantauan kinerja lurah dan camat di lapangan setiap hari akan dijadikan dasar atau bahan evaluasi kinerja lurah dan camat. Evaluasi kinerja akan dilakukan enam bulan kedepan sejak pelantikan. Artinya pada Desember 2013, akan dilakukan evaluasi kinerja lurah dan camat.
"Enam bulan dilaksanakan evaluasi tidak masalah. Dari hasil evaluasi tersebut dapat diputuskan mana lurah atau camat yang di copot dari jabatannya. Tapi yang jelas kita tidak akan rotasi atau copot pejabat dari jabatannya hanya gara-gara demo primordial. Kita hanya taat pada konstitusi," tegasnya.(B 1)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah