Headlines News :
Home » , » Terlibat Kerusuhan Jember, 6 Orang Serahkan Diri

Terlibat Kerusuhan Jember, 6 Orang Serahkan Diri

Written By Metro Post News on Selasa, 17 September 2013 | 19.36


Enam orang jamaah Pondok Pesantren Darus Sholihin, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyerahkan diri ke petugas kepolisian. Enam orang itu diduga ikut terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan tewasnya, Eko Mardi Santoso.
"Jumat tadi malam mereka kami serahkan ke Polres. Itu merupakan bentuk ketaatan hukum kami, dan bentuk keseriusan kami agar permasalahan segera terselesaikan dan Puger kembali aman," kata Habib Isa Mahdi, pengelola Pondok Pesantren Darus Sholihin, Sabtu (14/9/2013) pagi.

Isa melanjutkan, enam orang yang menyerahkan diri adalah Solikhin, Haji Rofik, Abdurrohim, Taufik, Lukman, dan Sugito. Ia mengatakan penyerahan diri ini merupakan kesadaran pribadi enam jamaah tersebut, tanpa adanya paksaan sedikit pun.

Isa berharap, pelaku perusakan ponpes juga berani mengakui kesalahan dan menyerahkan diri. Dengan demikian situasi tak semakin keruh. Menurutnya penganiayaan yang berujung tewasnya Eko Mardi ini tak terencana dan berjalan spontan. Sejumlah jamaah histeris dan marah, saat melihat fasilitas pondok dan masjid hancur, Rabu (11/9/2013).

Mereka sama sekali tak menduga pondok pesantren bakal diserang oleh puluhan orang. Pondok memang tengah sepi karena para penghuninya mengikuti karnaval peringatan HUT Kemerdekaan RI keliling desa.

Polisi menyatakan sudah melarang karnaval tersebut karena bisa menimbulkan kerawanan. Ini karena ada pihak yang menolak pelaksanaan karnaval dan bisa memicu bentrokan. Majelis Ulama Indonesia Jember melihat konflik ini masih diwarnai motif perselisihan aliran keagamaan syiah dan sunni. Ponpes Darus Sholihin dianggap beraliran syiah.

Pawai akhirnya bisa terlaksana karena jamaah pondok memaksa membuka blokade polisi. Kekhawatiran polisi terbukti. Selain pondok, massa yang tak setuju dengan karnaval menyerang 11 rumah jamaah pondok. Salah satunya adalah rumah ustadz RML, yang saat ini djadikan tersangka oleh polisi.

"Rumahnya pertama kali dihancurkan oleh massa. Saat itu Ustadz RML mendampingi siswa ikut karnaval, dan anaknya yang berusia delapan tahun terluka. Selain itu, rumah Ustadz Rohim juga rusak. Rumah keduanya selain dirusak, barang di dalamnya juga dihancurkan," kata Isa.

Hal ini membuat jamaah pondok semakin emosi. Di tengah emosi yang meluap, jamaah tak sengaja bertemu dengan Eko Mardi di tepi sungai. Sejumlah jamaah mengenal Eko sebagai pihak yang tidak menyukai pondok dan pernah ikut serta melakukan perusakan di rumah Habib Zein, salah satu tokoh pondok.

"Di tempat kejadian, korban ini menantang dengan menghunus sebilah pedang, akhirnya emosi massa tersulut. Saya tadi malam meminta kepada Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Jember (Ajun Komisaris Makung Ismoyojati), agar polisi profesional dan mengambil tindakan terhadap pelaku perusakan," tandasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah