Headlines News :
Home » , » Abdi Dalem Mulai Pasang Tarub Penolak Bala

Abdi Dalem Mulai Pasang Tarub Penolak Bala

Written By Metro Post News on Senin, 21 Oktober 2013 | 19.55

YOGYA – Semarak pernikahan agung sudah sangat terasa begitu memasuki Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta, Senin (21/10/2013). Para abdi dalem kraton mulai melakukan pemasangan Tarub di berbagai sudut di sekitar Kraton. Prosesi pasang Tarub merupakan tanda jika Kraton Yogyakarta mempunyai hajatan mantu. Selain itu, Tarub digunakan pula untuk sarana tolak bala. Tarub biasanya dipasang di gapura-gapura Kraton dan Bangsal Kepatihan. KRT Pujaningrat, salah satu Abdi Dalem Kraton Yogyakarta, menjelaskan tarub terdiri dari pisang, tuwuhan (padi, kelapa dan palawija) serta janur. Tuwuhan tersebut akan dipasang di berbagai gapura, yakni: di Pagelaran, Pacikeran, Tarub Agung, Regol Brajanala, Bangsal Ponconiti, Regol Keben, Doorlop Srimenganti, Bangsal Trajumas, Regol Danapertapa, Doorlop Bangsal Kencana, Kuncung Tratag Bangsal Kencana, dan Regol Gepura. Sementara Bleketepe adalah daun kelapa yang dianyam. Bleketepe akan dipasang di Kuncung Tratag Bangsal Kencana Wetan. “Bagian-bagian pohon kelapa banyak digunakan dalam prosesi ini. Alasannya adalah karena kelapa dianggap salah satu buah yang berguna, berguna untuk apa saja, baik daunnya, buahnya, maupun batangnya. Dan pohon kelapa itu umurnya panjang. Semua ini diambil makna dan juga sebagai simbol sekaligus doa.” tutur KRT Pujaningrat. Maka bisa dilihat, ketika terdapat hajat pernikahan, Kraton akan penuh dengan hiasan janur kelapa. Janur dianggap sebagai daun yang indah seperti layaknya cahaya sehingga harus ada di sekitar kita saat merayakan hari-hari yang penting. Proses pembuatan ratusan anyaman kelapa ini pun menjadi momen istimewa karena semua orang, baik mahasiswa sampai ibu-ibu semuanya bergotong royong untuk membuat hiasan Tarub dan Bleketepe ini. Dari sini dapat dilihat betapa besar antusiasme masyarakat dalam mendukung hajatan Kraton. Sementara itu, jika di luar sedang sibuk memasang Tarub dan Bleketepe, lain halnya di kamar pengantin. Pada waktu yang sama, ada prosesi Majang Pasareyan atau menghias kamar pengantin. Untuk kamar calon mempelai perempuan, yang menghias adalah Permaisuri bersama putri Sultan yang sudah menikah. “Ketika prosesi Majang Pasareyan ini, kamar akan dihias dengan berbagai macam kain, bunga, dan juga pernak-pernik. Kain-kain ini memiliki makna tersendiri, di antaranya adalah untuk doa pengharapan, keselamatan, dan juga tolak bala,” ujarnya. (*)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah