Headlines News :
Home » , » Ahok Akui Banyak Taman yang Tak Terawat

Ahok Akui Banyak Taman yang Tak Terawat

Written By Metro Post News on Senin, 21 Oktober 2013 | 19.42

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui banyak taman-taman di wilayah Jakarta tidak terawat. Hal itu disebabkan pembangunan taman diserahkan dari perusahaan begitu saja kepada Pemprov DKI, tanpa ada keterlibatan swasta untuk merawatnya. “Ada beberapa taman dari program CSR perusahaan sudah tidak dia rawat lagi. Karena kan dulunya mereka hanya menyerahkan saja. Tetapi tidak ada komitmen perawatannya,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (21/10). Karena itu, sistem pembangunan taman yang melalui program corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta akan diubah Pemprov DKI. Kalau dulu hanya membangun taman, lalu pemeliharaannya diserahkan kepada Pemprov DKI. Kini, perusahaan harus melakukan keduanya. “Nah aturannya sekarang musti kita ubah. Mereka yang bangun taman juga harus memelihara taman yang dibangunnya. Makanya disetiap tama nada batu yang bertuliskan taman ini dibangn dan dipelihara oleh perusahaan ini. Itu lebih baik lah,” ujarnya. Selain itu, taman-taman yang tidak terawat hasil CSR swasta, lanjutnya, Pemprov DKI akan meminta perusahaan yang membangunnya untuk melakukan perawatan. Tetapi kalau perusahaan itu tidak mau, maka Pemprov DKI akan turun tangan untuk memperbaikinya. Dan batu atau plang yang bertuliskan nama perusahaan tersebut akan dicabut. “Taman yang dulu dibangun melalui CSR swasta, kita akan minta perusahaan yang membangun untuk membereskanya. Kalau nggak mau, ya kita ganti lah,” tuturnya. Namun bagi taman yang menjadi milik yayasan tertentu, Pemprov DKI tidak bisa ikut campur tangan, karena itu diluar wewenang Pemprov DKI. Seperti Taman Proklamasi yang menjadi milik Yayasan Bung Karno. “Kalau Taman Proklamasi itu bukan wewenang kita. Kalau taman yang punya kita, pasti akan kita kerjakan perbaikannya,” jelas mantan Bupati Belitung Timur ini. Dia juga mengakui ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta Utara sangat minim sekali. Pihaknya pun berencana akan membeli lahan di kawasan utara Jakarta tersebut. Hanya saja, lagi-lagi pembelian tanah selalu terbentur dengan aturan yang baru. Yaitu kalau luasnya lebih dari satu hektar, pembebasannya harus melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Saat ini, Pemprov DKI akan melakukan revitalisasi Taman Semanggi di Jakarta Selatan. Revitalisasi taman seluas 7 hektare ini akan menelan biaya Rp 6 miliar ini, Pemprov DKI tidak mengambil dana dari APBD DKI, melainkan dari dana CSR perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota. Pembangunan dan pemeliharan taman tersebut diserahkan kepada Toyota.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah