Headlines News :
Home » » Jabatan Kepala Sekolah dan Pengawas Akan Dilelang

Jabatan Kepala Sekolah dan Pengawas Akan Dilelang

Written By Metro Post News on Rabu, 23 Oktober 2013 | 17.59

Jakarta - Semakin maraknya masalah dalam dunia pendidikan di Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan melakukan lelang jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Berbagai masalah banyak terjadi dalam dunia pendidikan yang terjadi saat ini, mulai dari tawuran antar pelajar, penyiraman air keras kepada warga oleh pelajar, hingga melakukan perbuatan mesum dan tindakan pemerkosaan. Kondisi seperti ini membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat khawatir terhadap peningkatan kualitas pelajar Jakarta. Dia tidak menginginkan pelajar Jakarta hanya pintar secara intelektual, tetapi juga harus pintar secara emosional dan moral. "Untuk bisa mewujudkan kedua hal itu, sekolah harus mempunyai pimpinan yang dapat membina para guru menjadi sahabat bagi muridnya. Pimpinan yang bisa mengayomi dan memotivasi para pelajar tidak berbuat tindakan yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (23/10). Karena itu, Ahok menyatakan Pemprov DKI dalam waktu dekat ini akan melakukan lelang jabatan bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Dia pun akan segera memberikan instruksi pelaksanaan lelang jabatan dua posisi tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto. "Jabatan kepala sekolah dan pengawas kita mau lelang sekarang. Dalam waktu dekat saya mau instruksikan Kepala Dinas Pendidikan DKI," ujarnya. Dengan harapan, lanjutnya, akan terpilih kepala sekolah dan pengawas yang betul-betul mempunyai hati untuk meningkatkan kualitas moral, karakter dan emosional pelajar Jakarta. Selain melakukan lelang jabatan, Pemprov DKI juga menerapkan kebijakan jam wajib belajar malam pada pertengahan September lalu. Untuk tahap awal kebijakan ini hanya diterapkan di 10 RT setiap wilayah kota. Tetapi seiring berjalan, banyak juga RT di lima wilayah DKI juga mengajukan diri untuk menerapakan kebijakan tersebut. Saat ini setidaknya kini 300 RT sudah menerapkan jam wajib belajar ini. Kendati demikian, pihaknya tetap fokus terhadap 10 RT dimasing-masing wilayah untuk diawasi. Karena 10 RT tersebut telah ditunjuk sebagai percontohan penerapan di RT lainnya. Dalam program tersebut, anak tidak diperkenankan keluar rumah dan dipersilahkan untuk belajar di rumah masing-masing dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Pengawasan pun akan dilakukan orangtua, RT, RW, Kecamatan dan Kelurahan.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah