Headlines News :
Home » , , » Jakut Sosialisasikan Kampung Deret

Jakut Sosialisasikan Kampung Deret

Written By Metro Post News on Kamis, 31 Oktober 2013 | 17.43

JAKARTA, MP - Sekodya (Sekertaris Kotamadya ) Administrasi Jakarta Utara, M Yuliadi membuka kegiatan sosialisasi kampung deret pada 23/10. Dengan telah dilakukan perjanjian kerjasama dengan Bank DKI dan Dinas Perumahan DKI dalam penyaluran dana sosial menangani sosialisasi penataan kampung dengan memperbaiki rumah- rumah kumuh di Jakarta Utara .

 Berdasarkan penataan yang diusulkan oleh ketua-ketua RT yang memenuhi syarat- syarat untuk pendapatan perbaikan sejumlah 230 rumah yang terbagi oleh 6 kelurahan , Kelurahan Tugu Utara 25 rumah , Kelurahan Cilincing 40 rumah, Kelurahan Semper Barat 15 rumah, Kelurahan Semper Timur 59 rumah , Kelurahan Marunda 55 rumah, kelurahan Pademangan Timur 26 rumah dan Kelurahan Penjagalan 10 rumah .

 Perencanaan kegiatan perbaikan rumah kumuh dalam penataan lingkungan dilakukan di tahun 2013 ini namun dalam pelaksanaanya akan dilakukan pada tahun 2014 mendatang Mekanismenya, penerima melakukan tanda tangan persetujuan mengenai RAB ( Rencana Anggaran Belanja) bangunan rumah tersebut dan data akan langsung diberikan kepada penerima dengan 3 tahap yang terbagi menjadi 3 termin

Pada termin pertama akan dikucurkan dana senilai 40 % dari seluruh dana yang akan diterima oleh penerima melalui rekening masing masing. dalam pembuatan rekening penerima hanya menggunakan fotokopi ktp dan tidak dikeluarkan biaya untuk pembukaan rekening atau yang biasa digunakan untuk saldo awal pada buku tabungan , Pembukaan rekening hanya dapat dilakukan di bank yang berada di kantor walikota jakarta utara dengan nama rekening tabungan monas , ujar kepala Dinas Perumahan DKI .

Dalam pembangunan rumah penerima wajib mangawasi sejauh mana dana yang diterima dan sesuai dengan gambar yang disetujui karena dalam pelaksanaannya semua penyaluran dananya adalah tanggung jawab Bank DKI .

 Jika dalam termin I belum tercapai kesesuaian dalam pembangunan yang dianggarkan maka penerima baksos tidak berhak dan tidak dapat mencairkan termin II dan seterusnya dan diminta oleh penerima untuk menyimpan kwitansii yang digunakan dalam pembelanjaan agar jika ada auditor yang meninjau dan menanyakan dapat sebagai bukti bahwa dana tersebut digunakan sebagai mana mestinya. pungkas Kadis , Sementara M. Yuliadi mungungkapkan jua agar berhati hati dalam pelaksaannya karena hal ini merupkana kali pertama dan sebelumnya belum ada pengalaman dalam penataan kampung dilingkungan Jakarta Utara ini( JANAH)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah