Headlines News :
Home » » Kejari Jakpus Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi CCTV Monas

Kejari Jakpus Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi CCTV Monas

Written By Metro Post News on Kamis, 24 Oktober 2013 | 16.57

Jakarta - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat menyatakan dalam penanganan penyidikan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Proyek Pembangunan Sistem Pemantauan Situasi Di Kawasan Monas pada Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Jakarta Pusat Tahun Anggaran 2010 telah ditetapkan tiga orang tersangka. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi mengungkapkan ketiga tersangka itu adalah YI (Kepala Suku Dinas Koinfomas Kota Admintrasi Jakarta Pusat selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada tahun anggaran 2010), DS (direktur PT Harapan Mulya Karya selaku Rekanan), dan MRB (Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Kegiatan Unit Suku Dinas Koinfomas Kota Admintrasi Jakarta Pusat Tahun Anggaran 2010). Setia memaparkan pada Tahun Anggaran 2010, Suku Dinas Koinfomas Kota Admintrasi Jakarta Pusat telah dilaksanakan kegiatan Proyek Pembangunan Sistem Pemantaun Situasi di Kawasan Monas dengan alokasi biaya sebesar Rp.1.717.000.000,- yang berasal dari DIPA Propinsi DKI Jakarta TA 2010. "Setelah PT. Harapan Mulya Karya dengan Direkturnya, DS ditetapkan sebagai pemenang lelang, dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa dugaan penyimpangan," kata Setia dalam berita rilisnya yang diterima beritasatu.com, Kamis (24/10). Adapun penyimpangan yang ditemukan antara lain penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) yang diindikasikan mark up. Lalu, pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan surat perjanjian kontrak. Serta, pekerjaan seolah-olah telah selesai 100% dilaksanakan sehingga seluruh biaya proyek sebesar Rp. 1.717.000.000 dibayarkan kepada rekanan. Padahal proyek di lapangan belum selesai 100%. "Juga ditemukan penyimpangan berupa penerbitan surat-surat seperti Surat Permintaan Pembayaran Langsung Barang dan Jasa ( PPLS), Surat Perintah Membayar (SPM), bukti pendukung dan kwitansi pembayaran proyek. Sedangkan proyek belum 100% selesai dilaksanakan dan juga belum diserah terimakan dari rekanan kepada KPA," ungkapnya. Selain telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi diantaranya dari panitia pengadaan barang dan jasa, panitia pemeriksaan barang /Pekerjaan, perusahaan peserta lelang, dan penyedia barang Pabrikan, penyidik juga telah melakukan penyitaan surat-surat dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perkara, "Tim penyidik telah meminta bantuan ahli dari pihak Universitas dan BPKP Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka untuk mengetahui Kerugian Keuangan Negara atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut," jelas Jaksa Utama Muda Kejagung ini.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah