Headlines News :
Home » , , » Penderita demam berdarah di Kota Batu meningkat

Penderita demam berdarah di Kota Batu meningkat

Written By Metro Post News on Kamis, 24 Oktober 2013 | 17.54

BATU, MP - Jumlah penderita demam berdarah dengue di wilayah Kota Batu, Jawa Timur, selama 2013 tercatat sebanyak 115 orang, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 36 orang. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batu Sri Rahati, Kamis, mengatakan data penderita sebanyak 115 orang selama 2013 ini merupakan laporan dari rumah sakit dan puskesmas yang ada di daerah itu.

"Dari 115 penderita ini, satu pasien di antaranya meninggal, sedangkan tahun lalu tidak ada korban meninggal. Meningkatnya jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) ini tidak hanya terjadi di Batu, tapi hampir di seluruh wilayah Jatim," katanya. Ia menjelaskan tahun ini ada perubahan tren penderita DBD. Jika tahun-tahun sebelumnya banyak yang menyerang anak-anak dan balita, saat ini hampir 90 persen adalah pria dewasa dengan rentang usia antara 30 sampai 40 tahun.

 Jika masyarakat mempunyai kebiasaan upaya pencegahan yang bagus, katanya, jumlah penderita DBD tidak akan meningkat setinggi ini, sampai tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. "Apalagi, Kota Batu ini berada di dataran tinggi yang kecil sekali kemungkinannya terjadi wabah DBD karena udaranya yang dingin," jelasnya.

Hanya saja, tegas Sri Rahati, budaya masyarakat untuk mencegah DBD, seperti pola hidup sehat dengan melaksanakan program menguras, mengubur dan menutup (3 M) masih sangat kurang dan belum menjadi budaya. Selain budaya hidup sehat yang masih minim, katanya, cuaca ekstrem juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita DBD, bahkan sampai ada penderita yang meninggal. Menyinggung wilayah yang rawan DBD, Sri mengatakan dari 24 kelurahan ada empat yang menjadi daerah "merah", yakni Sisir, Pendem, Dadaprejo, dan Temas.

Keempat kelurahan ini padat penduduk, sehingga tingkat kebersihannya berbeda dengan wilayah yang jarang penduduknya. Sebagai antisipasi agar DBD tidak meluas, lanjutnya, Dinkes telah melakukan pengasapan (fogging) di tujuh lokasi yang dianggap parah, sebab fogging merupakan alternatif terakhir untuk membersihkan jentik nyamuk penyebab DBD.

 "Kami berharap masyarakat perlu ekstra waspada, apalagi saat ini mulai terjadi pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan. Genangan air hujan pasti ada di mana-mana dan berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk penyebab DBD," tegasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah