Headlines News :
Home » , » Satu Tahanan Polsek di Semarang Tewas dengan Luka Lebam

Satu Tahanan Polsek di Semarang Tewas dengan Luka Lebam

Written By Metro Post News on Selasa, 08 Oktober 2013 | 21.28

SEMARANG - Seorang tersangka kasus perampasan dan pencurian motor (curanmor), menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Semarang, Senin (7/10/2013) pukul 07.30. Tersangka bernama Tri Nugroho (19), warga Bandarharjo, Semarang Utara, Kota Semarang meninggal beberapa menit setelah penyidik dari Polsek Semarang Selatan membawanya ke RS Bhayangkara. Kabid Dokkes Polda Jateng Komisaris Besar Musyafak mengatakan, pasien (tersangka) tiba di RS Bhayangkara dibawa oleh penyidik. "Setelah saya periksa, jantung sudah tidak berfungsi dan sudah tidak bernafas," tutur Musyafak, Selasa (8/10/2013). Menurut Musyafak, dari hasil visum luar, ditemukan luka lebam di kaki dan kanan, serta kedua lengan. "Saya juga sudah lakukan rontgen, tidak ada proyektil di dalam tubuh," katanya. Tri ditangkap bersama seorang temannya, Muh Weda Enggar (19), warga Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang oleh anggota Polsek Semarang Selatan di Jalan Basudewo, Semarang Barat, Senin (7/10/2013) dini hari pukul 00.00. Setengah jam sebelumnya, Tri dan Weda merampas tas milik Dwi Agustia di Jalan Mawardi, Semarang Selatan. Anggota Polsek Semarang Selatan yang mendapatkan laporan, langsung melakukan pengejaran. Polisi menemukan keduanya di Jalan Basudewo. Warga sekitar yang mengetahui penangkapan pelaku curas itu, berkerumun dan mengeroyok kedua pelaku hingga babak belur. Menurut Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Djihartono, setelah menjalani pemeriksaan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke ruang tahanan Polsek Semarang Selatang pada pukul 04.00 wib. "Malam itu juga diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka," tutur Djihartono. Pada pukul 07.00 wib, Tri mengeluh sakit di seluruh badannya. Polisi pun membawa Tri ke RS Bhayangkara, Kota Semarang menggunakan mobil. Namun ketika tiba di RS, Tri sudah dalam kondisi tak bernyawa. "Keluarga sudah ikhlas dan tidak mengizinkan kami untuk dilakukan otopsi, jadi kami langsung serahkan jenazahnya ke pihak keluarga. Keluarga juga tidak ingin memperpanjang kasus kematian Tri. Sudah menandatangani surat pernyataan," kata Djihartono. Sementara Muh Weda Enggar (19), masih mendekam di sel tahanan Polsek Semarang Selatan. "Tersangka lainnya mengalami luka lebam akibat pukulan warga. Saat ini sudah di tahan," katanya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah