Headlines News :
Home » , , » 13.000 Buruh Kembali Geruduk Balaikota

13.000 Buruh Kembali Geruduk Balaikota

Written By Metro Post News on Kamis, 28 November 2013 | 16.49

Jakarta - Merasa tuntutannya tidak dikabulkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sekitar 13 ribu buruh DKI Jakarta kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (28/11).

Para buruh sudah menggelar orasinya di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Berbagai teriakan meminta Jokowi dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menaikkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI tahun 2014 menjadi Rp 3,7 juta. Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhamad Rusdi mengatakan dalam aksi nasional, khusus untuk wilayah DKI Jakarta, aksi mogok akan berlangsung di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Pulogadung, Sunter, dan Pelabuhan Tanjung Priok. "Di KBN Cakung ada 80 ribu orang yang mogok. Lalu di Pulogadung sekitar 75 ribu, dan lainnya ada puluhan ribu lagi yang akan bergerak ke pelabuhan dan ke Balaikota," kata Rusdi di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (28/11).

Aksi unjuk rasa buruh baru dimulai sekitar pukul 13.00. Namun aparat keamanan beserta lima unit barracuda sudah siap siaga di halaman Balai Kota sejak pagi hari tadi. Ratusan aparat kepolisian lengkap dengan perlengkapan anti huru hara juga telah siap sedia menjaga keamanan selama aksi buruh berlangsung. Kapolsek Gambir AKBP Jajang mengatakan untuk mengantisipasi unjuk rasa yang dilakukan 13.000 buruh di Balai Kota, pihaknya melakukan pengamanan dengan menerjunkan 773 personel gabungan dari Polri dan TNI. “Petugas yang kita kerahkan merupakan gabungan dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, Polsek Gambir serta Mabes TNI. Juga ada lima barracuda yang juga telah disiagakan,” ujar AKBP Jajang.

Aksi unjuk rasa rencananya akan digelar selama 28-29 November. Buruh di Indonesia kembali melakukan mogok kerja untuk menggelar aksi unjuk rasa sebagai protes terhadap pemerintah, baik Presiden, Gubernur maupun Bupati terkait besaran UMP yang tidak sesuai dengan tuntutan buruh. Aksi yang akan berlangsung selama dua hari itu rencananya akan berlangsung serempak di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan beberapa daerah lain.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah