Headlines News :
Home » , » Buruh Gelar Demo Tolak UMP Rp 2,4 Juta

Buruh Gelar Demo Tolak UMP Rp 2,4 Juta

Written By Metro Post News on Jumat, 01 November 2013 | 16.30

Jakarta, MP  - Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh DKI Jakarta kembali melakukan demonstrasi di depan gedung Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (1/11).

Aksi demo dimulai sejak pukul 11.00 dan hingga kini masih terus berlangsung. Kalau selama tiga hari ini mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2014 sebesar Rp 3,7 juta per bulan, kali ini, para buruh melakukan aksi demo menolak penetapan UMP DKI 2014 sebesar Rp 2,4 juta yang telah ditetapkan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) tadi pagi. Selain menyatakan penolakan, para buruh juga menuntut agar UMP 2014 ditetapkan sebesar Rp 3,7 juta dan ubah item KHL dari 60 item menjadi 84 item.

Ketua Forum Buruh DKI Jakarta Muhammad Toha mengatakan, serikat pekerja dan buruh telah mendengar Jokowi telah menandatangani surat keputusan gubernur yang menyatakan besaran UMP DKI 2014 sebesar Rp 2,4 per bulan. Menurutnya, jumlah tersebut sangat tidak masuk akal dengan kebutuhan hidup di Jakarta.

Karena itu, buruh dan pekerja di DKI Jakarta akan terus melakukan penolakan terhadap keputusan tersebut. “Angka UMP Rp 2,4 juta sungguh tidak masuk akal. Monyet saja diurusin. Tidak ada kata lain, sampai titik darah penghabisan kita akan melawan,” kata Toha di depan gedung Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (1/11).

Bahkan, para pengunjuk rasa ini mengancam akan menginap terus di Balai Kota sampai keputusan angka UMP 2014 diubah menjadi Rp 3,7 juta per bulan. “Kita akan menginap disini hari ini. Apabila tidak diubah UMP-nya, buruh mau menentukan nasibnya sendiri. Angka itu kami perkirakan sebagai bentuk keinginan pengusaha hitam yang mau menyusahkan buruh dan memperalat pemerintah,” ujarnya.

Lagi-lagi para buruh menyatakan akan terus bertahan sampai Jokowi mau menemui mereka. Padahal, kemarin, Kamis (31/10), saat Jokowi menemui para buruh dan mengundang masuk ke ruang kerjanya untuk berbincang-bincang, para buruh gelagapan dan meminta waktu untuk koordinasi. Namun, setelah ditunggu cukup lama, perwakilan buruh tak kunjung datang, akhirnya Jokowi meninggalkan ruang kerjanya untuk melanjutkan aktifitasnya yang lain.

“Kami terus bertahan sampai Pak Jokowi menemui kita. Angka Rp 2,4 juta itu penghinaan bagi buruh DKI. Penghinaan perjuangan buruh. Kami akan terus lakukan perlawanan habis-habisan, sampai Jokowi ubah SK Gubernur tentang UMP 2014,” tuturnya. Toha menjelaskan, ketidakhadiran tujuh orang perwakilan unsur buruh dalam Sidang Dewan Pengupahan DKI kemarin malam, karena pihaknya sudah tahu angka UMP akan dipaksakan sesuai dengan KHL atau hanya naik 10 persen dari KHL.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah