Headlines News :
Home » , » Jokowi: Sterilisasi Mulai Membuahkan Hasil

Jokowi: Sterilisasi Mulai Membuahkan Hasil

Written By Metro Post News on Senin, 25 November 2013 | 17.37

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menilai, sterilisasi jalur Transjakarta yang gencar dilakukan dalam beberapa pekan terakhir mulai membuahkan hasil. Kini, pengendara kendaraan pribadi baik motor maupun mobil mulai berpikir untuk melintas di jalur khusus tersebut. Alhasil, ritase bus Transjakarta pun bertambah dari semula hanya 10 rit meningkat menjadi 13 rit. "Kendaraan yang masuk ke jalur Transjakarta terus berkurang. Hal ini juga berdampak pada peningkatan pelayanan kepada penumpang," ujar Jokowi, di Balaikota, Senin (25/11). Diakui Jokowi, sterilisasi yang kini gencar dilakukan sebagai salah satu persiapan untuk penambahan 310 unit bus Transjakarta pada Desember mendatang. "Ini sekali lagi, dipersiapkan untuk kedatangan bus-bus baru kita. Kalau bus sudah masuk baru kelihatan sterilisasi apa, penumpanganya biar merasa nyaman, biar bisa tepat waktu," katanya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono menambahkan, sterilisasi jalur bus Transjakarta terbukti meningkatkan ritase bus Transjakarta dalam sehari. Jika bus biasa beroperasi sampai 10 rit, saat ini bisa bertambah hingga 13 rit dalam sehari. Bahkan jumlah penumpang yang biasanya hanya 350 ribu penumpang dalam sehari, meningkat menjadi hampir 400 ribu penumpang. "Ini bukti bahwa sterilisasi cukup bermanfaat bagi Transjakarta. Efeknya, waktu perjalanan lebih cepat, waktu tunggu bus berkurang meski belum signifikan. Nanti ketika bus datang, efeknya akan sangat dirasakan," kata Pristono. Sementara itu, dalam sterilisasi jalur bus Transjakarta di wilayah Jakarta Pusat yang digelar, Senin (25/11), sebanyak 64 kendaraan berhasil ditilang dan dikenakan denda maksimal sebesar Rp 500 ribu. "Kali ini penindakan terhadap kendaraan bermotor yang menerobos jalur Transjakarta di kawasan Jl Kramat Raya, Salemba. Sebanyak 64 kendaraan kita kenakan sanksi tilang dan kita kenakan denda maksimal," kata Kompol Herman, Wakil Kepala Satlantas Polres Jakarta Pusat. Dikatakan Herman, pihaknya tidak bisa langsung menerapkan sanksi berupa denda maksimal Rp 500 ribu lantaran hal itu merupakan kewenangan dari pihak pengadilan. Pihaknya, tambah Herman, mengharapkan dengan adanya sanksi maksimal, para pengendara dapat menyadari bahwa jalan khusus bus Transjakarta tidak bisa dilewati kendaraan lain kecuali dalam keadaan darurat. "Intinya penindakan akan kita lakukan setiap hari. Tapi tidak setiap waktu karena anggota kita juga harus melakukan pengaturan lalu lintas di daerah lain, khususnya di jam sibuk," tandasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah