Headlines News :
Home » , » Mahasiswa Bandar Narkoba di Bekasi Dibekuk BNN

Mahasiswa Bandar Narkoba di Bekasi Dibekuk BNN

Written By Metro Post News on Rabu, 27 November 2013 | 17.39

Jakarta - Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta, RV (21), dibekuk petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) saat berusaha melarikan diri di belakang Kantor Kelurahan Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11). RV dibekuk lantaran menjadi pemimpin kawanan pengedar narkoba di Bekasi. Dari kawanan pengedar yang berjumlah lima orang ini petugas menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 908 gram. "Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Bekasi kian marak. Hal ini dibuktikan dengan pengungkapan sebuah sindikat jaringan narkoba yang dimotori oleh seorang mahasiswa dan dibantu empat rekannya," kata Kabag Humas BNN, Sumirat Dwiyanto kepada wartawan, Rabu (27/11). RV mengedarkan narkoba dibantu kawan-kawan masa kecilnya di Jogja bernama Devin (19), Hendra (20), Sandi (19) yang sudah ditangkap petugas sebelumnya di beberapa lokasi. Sementara kawan RV lainnya berinisial ND hingga kini masih buron. Sumirat menuturkan, kelimanya merupakan kawan semasa kecil saat tinggal di Yogya. Saat keluarga mereka hijrah, mereka kembali bertemu di daerah Bekasi. Mulanya kelima tersangka merupakan pengguna narkoba. Namun, setelah. Mengenal seorang bandar, mereka menjadi sindikat pengedar narkoba. Kelompok ini mengedarkan barang haram dengan modus tak pernah bertemu pembeli. Mereka menyimpan narkoba di tempat-tempat tertentu seperti pohon, pot bunga, atau trotoar untuk diambil pembeli. "Awalnya tergiur bisnis narkoba dengan alasan untuk membiayai sekolah dan cari tambahan. Sebelumnya teman sepermainan sekarang menjadi sindikat narkoba," jelasnya. Sumirat menuturkan pengungkapan kelompok pengedar ini bermula dari diamankannya dua orang berinisial SS dan IK di Jalan Siliwangi, Jumat (22/11). Keduanya kedapatan membawa sabu seberat 23,64 gram. "Kepada penyidik, mereka mengaku mendapat barang itu dari ND. SS dan IK ini belum tahu barang itu mau dibawa kemana karena hanya disuruh untuk mengambilnya saja," katanya. Petugas kemudian mengembangkan kasus ini. Di Perumahan Griya Puspa Indah, Bekasi, petugas membekuk Devin dan Hendra. Dari tangan Devin, petugas menyita 317 gram sabu, sementara dari Hendra peugas menyita 1,84 gram sabu. "Kedua tersangka yang merupakan saudara sepupu ini bertugas untuk mengemas sabu," ungkap Sumirat. Pengembangan kasus ini dilanjutkan ke rumah kos Devin. Di lokasi ini petugas mengamankan seorang pria berinisial Sandi yang datang ke lokasi untuk menemui Devin. Berdasar informasi, Sandi yang diketahui seorang pegawai honorer di sebuah instansi pemerintah ini pernah menerima sabu seberat 565,7 gram. "Tim BNN kemudian menggeledah rumah SD di di kawasan Rawa Lumbu, dan berhasil menyita sabu seberat 565,7 gram," jelasnya. Kepada petugas, Sandi mengaku terlibat narkoba krena setia kawan dengan rekan-rekannya. Sandi tidak menolak ketika diminta menyimpan sabu tersebut oleh kawannya Revinska. "Setelah dilakukan pengembangan, RV ditangkap petugas di belakang Kantor Kelurahan Rawa Lumbu, Bekasi," jelasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah