Headlines News :
Home » , , » Peta 1:10.000 Bantu Sulawesi Tenggara Evaluasi RTRW

Peta 1:10.000 Bantu Sulawesi Tenggara Evaluasi RTRW

Written By Metro Post News on Kamis, 28 November 2013 | 16.59

Kendari - Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini memiliki peta skala 1:10.000. Dengan peta yang berisi informasi geospasial dasar (IGD) ini, Pemerintah Provinsi Sultra bisa menyelesaikan berbagai masalah rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Hal tersebut antara lain seperti disampaikan oleh Gubernur Sultra, Nur Alam. Menurutnya, peta rupa bumi Sulawesi berskala 1:25.000 dan peta rupa bumi Kota Kendari berskala 1:10.000, penting dalam hal pemanfaatan ruang secara efektif. "Hal ini menjadi terobosan (dalam) mengatasi permasalahan data. Ketersediaan informasi geospasial tematik yang terbatas, menyulitkan evaluasi pembangunan yang berkembang," ungkapnya, di sela-sela acara Diseminasi Produk Geospasial untuk Sulawesi bertema "Terwujudnya Informasi Geospasial Andal untuk Menata Sulawesi yang Lebih Baik", di Kendari, Rabu (27/11). Nur mengungkapkan, banyaknya peta yang dijadikan rujukan untuk pembuatan peta tematik, membuat Sultra dirugikan karena kehilangan 80.000 hektare lahan. Hal itu lanjutnya, disebabkan karena proses verifikasi tim Kementerian Dalam Negeri dalam memutuskan batas wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sultra mengacu pada beberapa model peta, yakni peta buatan zaman Belanda, rupa bumi Indonesia, dan survei Kodam. "Berdasarkan peta perbatasan Sulteng-Sultra, ada yang mengalami pemekaran. Perbatasan yang sebelumnya mengacu di punggung gunung sebagai tapal batas yang disepakati, tapi bergeser ke lereng karena perubahan lahan," jelasnya. Kemudian, merujuk pada peta Kodam, wilayah Sultra pun berkurang 80.000 hektare dan masuk ke Sulteng. Kondisi ini, menurut Nur, membuat adanya penyesuaian berbagai kebijakan, seperti batasan ruang desa, kecamatan, perizinan, dan perbatasan kawasan hutan. Sementara, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Asep Karsidi menyatakan, peta IGD rupa bumi harus dijadikan rujukan penyusunan detail tata ruang. Hal tersebut untuk menghindari bentrok data karena tidak bersumber dari peta yang sama. "Dalam penyusunan RTRW ini memang diharuskan untuk menggunakan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) yang dikeluarkan BIG sebagai peta dasarnya," ungkapnya. Asep menambahkan, peta RBI ini dapat membantu proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi pembangunan di wilayah Sulawesi.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah