Headlines News :
Home » , » Warga Petukangan Selatan Terima Ganti Rugi Lahan JORR W2

Warga Petukangan Selatan Terima Ganti Rugi Lahan JORR W2

Written By Metro Post News on Rabu, 13 November 2013 | 21.10

Jakarta - Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Selatan memberikan ganti rugi kepada warga Petukangan Selatan pemilik enam bidang tanah di Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatam Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (13/11). Pembebasan lahan tersebut untuk proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Kebon Jeruk-Ulujami. Penyerahan ini dilakukan setelah warga menyetujui harga ganti rugi yang ditawarkan pemerintah. Ketua Tim P2T Jakarta Selatan Tri Djoko S mengatakan total dana yang dibayarkan untuk 6 bidang tanah seluas sekitar 1.100 meter persegi itu mencapai Rp 4,8 miliar. Harga yang ditawarkan nilainya bervariasi tergantung letak tanah. "Kalau untuk yang 6 bidang itu sekitar Rp 4,8 miliar. Untuk total pembayaran ganti rugi lahan JORR W2 tahun ini sekitar Rp 8 miliar," kata Tri, Rabu (13/11). Menurutnya, direncanakan hari ini dilakukan pembayaran enam bidang tanah. Namun hingga saat ini baru dua warga pemilik dua bidang tanah yang hadir dalam acara pemberian ganti rugi. Sedangkan dua pemilik lahan lainnya sedang melakukan pengcekan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional. "Lalu dua warga lainnya langsung dibayarkan ke rumahnya karena sudah sepuh," ujarnya. Tri mengungkapkan dengan pembayaran ganti rugi 6 bidang tanah hari ini, maka tinggal 133 bidang tanah lagi yang harus diurus oleh Tim P2T Jaksel. Jumlah itu terdiri dari 99 bidang yang mengajukan PTUN, 8 sengketa, 8 tidak jelas, dan 18 follower. "Rencananya Kamis (14/11) besok, Tim P2T akan memanggil pemilik lahan dari kelompok PTUN," tuturnya. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan memberikan apresiasi kepada warga yang telah mau tanahnya dibeli. Karena tanah itu akan digunakan untuk pembangunan jalan tol yang ditujukan untuk kepentingan umum. Dia pun mengajak warga lainnya bersedia melepaskan tanahnya untuk kelanjutan proyek JORR W2 tersebut. Sebab, pembangunan proyek JORR W2 Kebon Jeruk-Ulujami ini sudah sudah lama terkatung - katung karena terbentur persoalan ganti rugi pembebasan lahan warga di Petukangan Selatan. Bahkan, Jika JORR W2 sudah dapat beroperasi akan menimbulkan dampak berkurangnya kemacetan jalan tol tengah kota sebesar 30 persen. "Pembangunan proyek JORR W2 akan mampu mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Warga Petukangan Selatan seharusnya memahami bahwa pembangunan jalan yang sedang dikerjakan pemerintah semata-mata demi kepentingan masyarakat luas," ujarnya. Sehingga, Tigor menilai tuntutan warga Petukangan Selatan, yang meminta ganti rugi di atas nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sangat tidak masuk akal. Biaya ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah saat ini sudah sesuai dengan NJOP tanah di sana.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah