Headlines News :
Home » , » 17 Pasangan Lansia Menikah Pada 11-12-2013

17 Pasangan Lansia Menikah Pada 11-12-2013

Written By Metro Post News on Rabu, 11 Desember 2013 | 17.24

- Tanggal 11 bulan 12 tahun 2013 menjadi hari istimewa bagi 17 pasang suami istri ini.
Pasalnya, pasangan siri yang sudah berkeluarga ini baru saja tercatat dan mendapat akta nikah, secara resmi di Kantor Kementrian Agama Kota Pasuruan, pada hari itu.
Siang itu, Rabu (11/12) pukul 10.00 WIB, sebanyak 17 pasangan yang sudah nikah siri tersebut dinikahkan kembali secara aturan yang berlaku di aula Kantor Kemenag Kota Pasuruan.
Satu sekian banyak pasangan yang menikah, di antaranya adalah pasangan yang tertua, Muhammad Sholeh, (68) Supiya (54) warga Kelurahan Terajeng, RT 01 RW 11, Kecamatan Gading, Kota Pasuruan.
Karena dianggap pasangan paling tua, keduanya mendapat kesempatan pertama untuk dinikahkan. Namun, meski sudah lama berkeluarga, namun kakek empat anak cucu ini tetap merasa grogi saat membaca ijab kabul.
Akibatnya, prosesi nikah yang sakral itu menjadi cair karena penuh dengan gelak tawa.
"Saya sudah 20 tahun menikah siri, sudah punya 4 anak dan 4 cucu," kata Sholeh, saat ditemui usai prosesi pernikahan selesai, Rabu (11/12/2013) siang.
Sementara itu, istri keduanya, Supiya (54) mengaku sangat bahagia. Sebab, pada hari itu ia resmi tercatat di Kantor Urusan Agama, sebagai suami dari Sholeh.
Dia mengatakan, alasannya menikah pada hari itu karena sebelumnya, suaminya Sholeh sudah mempunyai istri yang resmi.
"Dulu waktu saya nikah, suami saya Pak Sholeh sudah menikah. Tetapi sekarang istri pertamanya sudah nggak ada," jelasnya.
Pasangan yang dinikahkan siang itu, rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun, dan sudah menikah siri puluhan tahun lalu.
Pihak Kemenag sengaja menikahkan mereka, agar tercatat di negara sebagai pasangan menikah.
Kebahagian juga dirasakan Sofian (58) dan Nur Rahayu (46). Kedua pasangan nikah siri ini mengaku senang, bisa menikah pada momen yang istimewa, pukul 10.00, 11-12-2013.
"Ya sangat senang, apalagi hari ini tnggalnya bagus, 11-12-2013," kata Sofian, warga,  Kecamatan Bugul Kidul ini.
Kepala Kamenag Makmur Salim, ditemui usai prosesi pernikahan mengatakan, nikah masal tersebut digelar untuk memperingati hari amal bhakti Kementrian Agama ke-68, pada 3 Januari 2014 mendatang.
Momen 11-12-2013 sengaja dipilih agar lebih berkesan dan menarik.
"Kami kumpulkan pasangan yang menikah siri dan kami nikahkan supaya tercatat. Mereka berasal dari tiga kecamatan, Kecamatan Bugulkidul 7 pasangan, dari Purworejo 4 pasangan dan Gadingrejo 6 pasangan," kata Makmur Salim.
Dia menuturkan, pada pernikahan masal itu, pasangan tidak dibebani biaya. Malahan, para pasangan yang menikah itu diberikan uang Rp 100.000 sebagai mahar atau mas kawin oleh kemenang.
"Tidak kami kenakan biaya sepeserpun. Malah kami kasih uang sebagai mas kawin, serta sarung, kebaya, dan kerudung," terangnya.
Dia berharap, masyarakat Kota Pasuruan yang sudah terlanjur menikah siri dapat terkurangi.
"Kedepan harapannya agar masyarakat menikah melalui KUA, supaya mereka tercatat sebagai pasangan yang sudah menikah secara resmi," imbuhnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah