Headlines News :
Home » , , » KPK Tahan Gubernur Banten

KPK Tahan Gubernur Banten

Written By Metro Post News on Jumat, 20 Desember 2013 | 16.53

Jakarta - Tiga hari setelah ditetapkan sebagai tersangka, KPK langsung menahan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Atut yang baru sekali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi (MK) sekitar pukul 16.50 WIB tampak keluar dari gedung KPK.
Blus batik Atut, tampak sudah dilapisi dengan rompi tahanan KPK berwarna oranye.
Atut terlihat didampingi oleh sejumlah pengacaranya, yaitu Andi Simangungson, Firman Wijaya dan Teuku Nasrullah.
Atut bungkam saat dibawa masuk ke mobil tahanan. Wajah Atut kembali masam ketika masuk ke mobil tahanan.
Atut bakal ditahan di rumah tahanan Pondok Bambu selama 20 hari.
Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menyebut bahwa penahanan Atut bakal dilaksanakan apabila berkas pemeriksaan sudah 50 persen.
Hari ini, Atut diperiksa KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada Lebak Banten d MK.
KPK secara resmi mengumumkan penetapan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).
Selain kasus suap pengurusan sengketa pilkada Lebak, KPK juga sudah menetapkan Atut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Pemerintah Provinsi Banten tahun anggaran 2010-2012.
Untuk kasus Pilkada Lebak, Atut disangkakan melanggar pasal 6 ayat 1 a Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Atut berdasarkan rumusan pasal tersebut, telah menyuap hakim, dalam hal ini Mantan Ketua MK Akil Mochtar.
Nama Atut dikaitakan dengan kasus suap pengurusan sengketa pilkada Lebak di MK. Atut sudah berkali-kali diperiksa KPK terkait kasus ini.
Atut juga beberapa kali melakukan pertemuan dengan Mantan Ketua MK Akil Mochtar di Singapura.
Namun pihak Atut membantah bahwa pertemuan di Singapura itu guna membahas sengketa pilkada Lebak.
Dalam kasus dugaan sengketa pilkada Lebak, KPK sudah menetapkan Akil sebagai tersangka. Akil diduga menerima uang Rp1 miliar dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melalui advokat bernama Susi Tur Andayani. Wawan diketahui adalah adik kandung Atut.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah