Headlines News :
Home » » Omzet Pabrik Sabu di Bekasi Capai Rp 150 Juta Per Hari

Omzet Pabrik Sabu di Bekasi Capai Rp 150 Juta Per Hari

Written By Metro Post News on Kamis, 12 Desember 2013 | 16.18

Bekasi - Produksi n arkoba jenis sabu di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mencapai 1 ons perhari. Dengan demikian, omzet hasil penjualan sabu mencapai Rp 150 juta perhari.
"Tiap hari pelaku memproduksi sabu sebanyak 1 ons. Harga penjualan sabu Rp 1,5 juta pergram," ungkap Kasat Reserse Narkoba Polrestro Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha, Kamis (12/12).
Reserse Narkoba Jakarta Barat berhasil mengungkap rumah yang dijadikan pabrik sabu. Lokasi tempat pembuatan sabu ini berada di Perumahan Kemang IFI Graha, Jalan Jakarta Blok A8, No. 6 RT 04/RW 14, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
Dari lokasi kejadian, kepolisian berhasil menciduk tujuh tersangka yang diotaki oleh pelaku bermana RM Gunawan Sukoco alias Pakpahan alias Ucok alias UC.
Penangkapan UC ini berawal dari pengintaian yang dilakukan lebih dari satu bulan, yang beralamat di Perumahan Kemang IFI. Saat itu, UC berperan sebagai pengedar di wilayah hukum Kota Bekasi dan Jakarta Barat.
UC berhasil ditangkap di Perumahan Kemang IFI, pada Rabu (11/12) sore. Dari lokasi penangkapan, ditemukan bahan-bahan pembuat sabu, alat produksi sabu serta hasil produksi sabu siap edar.
Setelah penangkapan diketahui, tersangka UC telah memproduksi dan mengedarkan sabu sejak dua bulan lalu. "Setelah dirinya keluar dari Nusakambangan, tersangka memproduksi dan mengedarkan sabu," ujar Gembong.
UC dan enam tersangka lainnya dijerat Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Menurut Kasat, dua tahun lalu pernah dilakukan penangkapan di rumah yang sama dengan tersangka anak kandung dari UC.
"Saat ini, anak kandung UC masih mendekam di Lapas menjalani hukuman kasus narkoba," imbuh Gembong.
Tersangka UC juga merupakan residivis dengan kasus narkoba dan baru selesai menjalani hukuman penjara, dua bulan lalu. "Tersangka merupakan pemain lama," katanya.
Sementara itu, menurut keterangan warga sekitar bernama Heri (58), rumah yang dijadikan pabrik pembuatan sabu sudah lama dicurigai oleh warga.
"Setelah terjadi penggerebekan yang pertama pada akhir November 2011 lalu, kami sudah curiga dengan aktivitas penghuni rumah itu. Kalau siang hari saat matahari lagi terik tercium bau kimia yang menyengat di sekitar rumah itu," ujar Heri.
Heri mengatakan, pemilik rumah yang dijadikan tempat pembuatan sabu adalah milik tersangka UC. Warga sekitar tidak mengetahui aktivitas UC yang selalu tertutup dengan lingkungan sekitar.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah