Headlines News :
Home » , » Penyerapan Anggaran DKI Maksimal 90%

Penyerapan Anggaran DKI Maksimal 90%

Written By Metro Post News on Senin, 23 Desember 2013 | 22.30


Jakarta - Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 diprediksikan tidak akan mencapai target yaitu 97 persen dari total anggaran sebesar Rp 50,1 triliun.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memperkirakan penyerapan anggaran hanya di bawah 90 persen. Penyerapan anggaran di sejumlah dinas banyak yang mencapai target, namun beberapa dinas sudah menyerah.
“Saya kira pasti maksimal yaitu mencapai 90 persen. Tapi beberapa dinas sudah ada yang menyerah, hanya 70 persen saja realisasi penyerapan anggarannya. Dengan kondisi tersebut, paling penyerapannya hanya dibawah 90 persen. Itu yang kita kejar,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (23/12).
Ahok mengakui penyerapan anggaran di bawah 90 persen tidak sesuai target yang ditetapkan Pemprov DKI. Dia hanya berharap hal ini tidak terulang di tahun anggaran 2014. “Ya nggak apa-apa. Kita sudah tahu kenapa akibatnya. Kita akan perbaiki tahun depan,” ujarnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menerangkan, salah satu penyebab tidak tercapainya penyerapan anggaran 2013 karena banyak pekerjaan kontraktor yang tidak maksimal, sehingga pengerjaan fisik proyek pembangunan tidak dapat rampung pada akhir tahun ini.
“Makanya kita sodori supaya mereka bisa selesaikan tahun depan. Kita nggak mau dong kalau kamu nggak mau selesai, terus beberapa dari mereka pilih denda. Jadi nanti ada e-katalog dan e-budgeting. Kalau kamu nggak mau masukin satuan segala macam, maka mereka ngga bisa pakai anggaran,” tuturnya,
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan optimistis realisasi penyerapan APBD 2013 akan mencapai di atas 90 persen. Hingga 23 Desember 2013, penyerapan anggaran sudah mencapai 71 persen dari total anggaran Rp 50,1 triliun.
"Sekarang masih 71 persen. Tapi nanti saya kira akhir tahun akan kelihatan. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) belum tahu, yang jelas pasti besar," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, salah satu pemicu rendahnya penyerapan anggaran 2013 adalah pembelian lahan yang tidak terealisasi akibat persoalan dokumen yang menimbulkan sengketa. “Yang dulu diperkirakan tidak ada masalah sengketa, tapi ternyata ada klaim. Yang banyak gagal seperti itu," ujarnya.
Jokowi mengaku tidak kecewa dengan pencapaian penyerapan anggaran tersebut. Berdasarkan hasil laporan yang diterimanya, tidak tercapainya target karena ada masalah teknis.
Namun Jokowi berjanji, jika pemicunya satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak maksimal, maka akan langsung dievaluasi.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah