Headlines News :
Home » , , » Sekolah Kebanjiran, 833 Murid di Bekasi Terpaksa Libur

Sekolah Kebanjiran, 833 Murid di Bekasi Terpaksa Libur

Written By Metro Post News on Selasa, 17 Desember 2013 | 15.48

Bekasi - Sebanyak 833 murid SD Negeri Arenjaya XVII, Kota Bekasi, Jawa Barat, terpaksa harus diliburkan akibat banjir setinggi hampir 1 meter yang melanda sekolah tersebut.
Sekolah yang berlamat di Jalan Yapen Raya, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur ini, memang menjadi langganan banjir di saat musim hujan tiba.
"Banjir dikarenakan luapan Kali Yapen di samping sekolah dan saluran air yang tidak berfungsi optimal," ujar Yuli Tri, bagian Tata Usaha SDN Arenjaya XVII di Bekasi, Selasa (17/12).
Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi pada Senin (16/12) malam, membuat sekolah ini terendam banjir hingga ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.
"Tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB ketinggian air masih mencapai lutut orang dewasa. Kemudian pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kami belum tahu sampai kapan, biasanya anak didik kami sudah belajar seperti biasa keesokan harinya karena air sudah berangsur surut," ungkap Yuli.
Lebih lanjut Yuli mengatakan, berkas atau dokumen penting yang di simpan dalam lemari, tidak terendam banjir karena posisi lebih tinggi dari lantai kelas.
Di lokasi, terlihat para murid sedang membersihakan sisa-sisa lumpur yang masuk ke dalam ruang kelas. Di sekolah ini, ada 19 rombongan kelas yang dibagi dalam dua shift yakni pagi dan siang.
SDN Arenjaya XVIII berada di wilayah Perumnas 3, daerah yang memang langganan banjir di saat musim hujan.
Menurut Silviana, Guru Kelas 2, belum ada solusi dalam menanggulangi banjir yang kerap kali melanda sekolahnya.
"Perlu adanya gotong royong antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengeruk Kali Yapen dan membersihkan saluran air. Saat ini, kondisi kali mengalami pendangkalan begitu juga saluran air yang tersumbat," ujar Silviana.
Hujan lebat yang mengguyur Kota dan Kabupaten Bekasi, selama lebih dari 3 jam, pada Senin (16/12) sekitar pukul 21.00 WIB, menyebabkan sebagian wilayah Bekasi terendam banjir, terutama di daerah perumahan.
Ketinggian air mulai terlihat semalam pukul 21.30 WIB, di sekitar Perumnas 3. Hingga pukul 10.00 WIB genangan air masih terlihat di beberapa titik lokasi banjir.
"Kejadian ini sidah terulang setiap kali musim banjir tapi tidak ada penanganan yang khusus terhadap ancaman banjir. Ingin ada solusi misalnya, normalisiasi Kali Yapen sudah mengalami pendangkalan. Perlu gotong royong antara warga dan pemerintah daerah," imbuh Silviana
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah