Headlines News :
Home » , » Seminggu, Ratusan Itik Mati Mendadak

Seminggu, Ratusan Itik Mati Mendadak

Written By Metro Post News on Senin, 09 Desember 2013 | 17.11

SITUBONDO -  Ratusan ekor itik milik Sujono (40) warga  Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, mati mendadak dengan gejala mirip terjangkit flu burung.
Untuk mengatasi makin banyaknya itik yang mati tersebut, pemilik itik merasa khawatir dan memindahkan itik yang mulai sakit serta menguburkan itik yang sudah mati di areal pekarangan rumahnya.
“Setiap hari itik yang mati itu, antara 30 sampai dengan 70 ekor perhari,” ujar Sujono, Senin (09/12/2013).
Diceritakan, wabah penyakit yang menyerang ternak itiknya itu, sudah berlangsung sejak seminggu terakhir ini.  Itik peliharaannya mati dengan gejala mata membiru, mengeluarkan ingus dan berputar putar.
“Tak lama kemudian, itik itu akan mati,” terangnya.
Sejauh ini dirinya sudah berusaha untuk memberikan pengobatan terhadap itik peliharaanya, akan tetapi belum berhasil. Bahkan, itik yang mati setiap harinya semakin mengkhawatirkan.
Sampai saat ini bebek saya yang mati mencapai 750 ekor,” kata pria yang sudah lima tahun memelihara itik tersebut.
Kepala Dinas Peternakan Situbondo, Gaguk Murdjianto membenarkan matinya ratusan itik tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil diagnosa sementara, matinya unggas itik itu, sebenarnya bukan terserang virus Flu Burung, melainkan terserang penyakit kestel atau dikenal dengan istilah pelaran.
“Itu baru analisa, yang jelas kami masih menunggu hasil labnya,” kata Gaguk saat dihubungi .
Untuk mengurangi  dan mencegah kematian itik yang terus bertambah, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengendalian dan penyemprotan.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah