Headlines News :
Home » » Tiga Target Utama Jokowi-Ahok hingga 2017

Tiga Target Utama Jokowi-Ahok hingga 2017

Written By Metro Post News on Jumat, 20 Desember 2013 | 16.51

Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan, ada tiga target utama yang harus diselesaikan hingga masa akhir jabatan mereka dalam memimpin Provinsi DKI Jakarta.
Ahok menerangkan, tiga target utama tersebut wajib diselesaikannya bersama Gubernur Jokowi, dalam menjalani tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin kota Jakarta. Tiga target utama tersebut adalah menghilangkan kawasan kumuh, menghilangkan banjir, dan mengatasi kemacetan lalu lintas.
"Ketiga target utama ini harus kita keroyok bareng-bareng. Kami harapkan, ketiganya dapat kelihatan (tuntas) pada akhir masa jabatan kami di tahun 2017. Termasuk target APBD DKI mencapai Rp100 triliun," kata Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (19/12).
Pada tahun pertama kepemimpinan mereka, pria asal Kabupaten Belitung Timur ini mengatakan, ketiga target utama tersebut sudah mencapai kemajuan yang cukup berarti. Meskipun diakui belum sepenuhnya sudah kelihatan perubahan pada wajah ibu kota.
"Sekarang sudah lumayan. Terlihat dari APBD DKI yang pertama kali kami masuk berjumlah Rp49 triliun, sekarang sudah hampir mencapai Rp70 triliun," ujarnya.
Dikatakan Ahok pula, yang sudah dikerjakan Pemprov DKI hingga saat ini adalah dari sisi perumahan sudah mulai stabil. Begitu juga dengan pembangunan pasar rakyat untuk menampung pedagang kaki lima, pengaturan lalu lintas melalui sterilisasi busway, serta normalisasi sungai atau waduk.
"Lumayanlah. Dari perumahan, soal pasar rakyat, sudah jalan. Lalu lintas sudah jalan, normalisasi sungai dan waduk juga sudah jalan. Memang belum semuanya, tapi semua sudah berjalan. Kalau normalisasi sungai atau waduk sudah mencapai 20%. Masih jauhlah, karena sebenarnya mencapai tiga target itu kita butuh waktu 10 tahun," paparnya.
Sementara itu, menurut Ahok lagi, ada beberapa target lainnya yang sudah tercapai hingga saat ini. Antara lain yaitu pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog, juga penyusunan anggaran dalam APBD DKI 2014 dengan menggunakan sistem e-budgeting.
"Target kita dengan e-katalog sudah tercapai. Pembelian barang dengan e-katalog sudah mulai. Tinggal konstruksi belum, material sudah. Kita ingin bangun rumah, bangun rusun, pakai e-katalog. Ada orang kebakaran di kampung, langsung dibangun. Jadi saya pikir, selangkah demi selangkah," tuturnya.
Tahun depan, Pemprov DKI dinyatakan akan menerapkan e-budgeting, sehingga penyusunan anggaran dapati dirinci dengan baik. Begitu juga, akan diterapkan kebijakan penarikan cash atau tunai melalui Bank DKI hanya maksimal Rp100 juta. Lebih dari angka tersebut harus melalui sistem transfer antarbank.
"Pembatasan penarikan uang dengan cash di Bank DKI sudah dimulai. Tidak boleh lebih dari Rp100 juta. Tahun depan akan saya kurangi (lagi) jumlahnya. Hanya dapat tarik tunai maksimal Rp50 juta," tegasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah