Headlines News :
Home » , » Warga Desa Mattirobaji Pertanyakan Penggunaan Dana ADD

Warga Desa Mattirobaji Pertanyakan Penggunaan Dana ADD

Written By Metro Post News on Selasa, 24 Desember 2013 | 17.12

         Takalar MP- Desa Mattirobaji adalah salah satu Desa dari lima Desa yang ada di kepulauan Tanakeke, jarak terluar dari wilayah takalar di Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar,yang menempuh jarak sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan  kapal  jolloro’’ sebuah kapal kecil yang biasa di pakai para nelayan untuk menyeberangi pulau’’,karena jarak yang cukup beresiko merupakan salah satu faktor sehingga Desa ini selalu lupuk dari pengawasan public apalagi pemerintah.
      Sejak jabatan kepala Desa di pegang oleh yang Baru, banyak masyarakat yang mengeluh terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di pulau Bauluang dan pulau Labbotallua, karena anggaran dana desa sudah memasuki triwulan ke tiga, belum ada satupun program Kepala Desa yang bisa dinimati oleh masyarakat termasuk di dua Pulau tersebut, padahal tahun ini sudah ada kenaikan dana ADD (Anggaran Dana Desa) dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar kurang lebih Rp. 80.000.000 setiap tahunnya naik menjadi  Rp.100.000.000.per tahun.
      Hal ini tentunya di pertanyakan oleh masyarakat terutama bagi masyarakat yang bermukim di pulau Bauluang dan pulau Labbotallua. Karena mereka merasa dianak tirikan oleh Kepala Desa, bahkan pada saat masalah ini sampai kepada awak media,melalui via telpon mereka mengeluh dengan adanya kejadian seperti ini, mereka mengatakan kalau penggunaan dana ADD di Desa mereka tidak jelas dan tidak transparan penggunaannya, sehingga menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat.
       Melalui via telepon, salah satu wartawan  yang melakukan wawancara dengan beberapa warga yang bermukim di Pulau Satangnga , mereka mengatakan kalau roda pemerintahan tidak dijalankan oleh Kepala Desa, seolah orang tua dari kepala Desa, sehingga mereka sering bertanya-tanya ‘’siapa sebenarnya yang kepala Desa?’’ Saat masyarakat menanyakan  tentang penggunaan Dana ADD di desa mereka, mereka mengatakan tidak tahu sama sekali penggunaannya,’’wah maf kami tidak tahu soal itu caba tanya KepalaDesa’’

       Di lain pihak, seorang aktivis LSM AMPERA Irwan ketika dimintai komentarnya terkait masalah ini mengatakan “kita akan menurunkan tim investigasi ke Desa tersebut, jika memang ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan dana ADD, maka kita akan laporkan kasus ini ke pihak kejaksaan Negeri Takalar untuk segera di tindak lanjuti, karena dana ADD peruntukannya sangat jelas, dan salah satunya adalah pembangunan fisik di Desa. Dana ADD adalah uang Negara yang tentunya juga uang rakyat, jadi jika uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi oleh Kepala Desa, maka penjara siap menantinya”.(suk87)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah