Headlines News :
Home » , » Warga Ria-Rio Menyesal Bertahan

Warga Ria-Rio Menyesal Bertahan

Written By Metro Post News on Senin, 02 Desember 2013 | 15.55

Jakarta - Warga RW 15 Pedongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mengaku menyesal bertahan di atas lahan seluas 2,1 hektar yang diklaim milik keluarga mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik. Tempat tinggal yang diyakini tidak terdampak normalisasi Waduk Ria Rio ini, pada akhirnya tetap terkena penertiban Sabtu (30/11) lalu.
Saat ini, warga mengaku kebingungan karena belum mendapat tempat tinggal baru. Untuk sementara waktu, warga terpaksa tinggal berdesakan di tenda-tenda yang didirikan pascapenertiban di sebuah lapangan. Sementara pihak tertentu yang menjanjikan dan memberikan uang agar warga tetap bertahan, tidak menampakkan batang hidungnya.
Seorang warga RT 07/15 bernama Hana (45) mengaku mendapat uang sebesar Rp 800.000 agar tetap bertahan. Selain itu, dirinya juga diancam akan dimusuhi jika turut pindah ke rusun seperti warga lainnya.
"Kalau tahu begini jadinya, dari awal kita ikutan pindah ke rusun," kata Hana saat ditemui di tenda pengungsiannya, Senin (2/12).
Saat ini, Hana dan tujuh anggota keluarganya harus rela berdesakan di dalam tenda yang terbilang kurang layak. Selain dipenuhi perabotan rumah tangga seperti panci, kompor, kasur, TV, dan lainnya, tenda berwarna biru itu juga tak mampu melindungi keluarganya dari hujan. Tak hanya keluarganya, tenda berukuran 3X5 meter itu juga untuk dihuni oleh dua keluarga lain.
"Disini bocor kalau hujan. Sempit. Jumlah di sini 21 orang, tidurnya gantian, kalau yang perempuan tidur yang laki-laki nggak tidur," tuturnya.
Hana berharap segera mendapat kepastian untuk pindah ke rumah susun sederhana sewa yang telah disediakan. Selain itu, Hana juga berharap mendapat uang pengganti yang sama besarannya seperti yang diterima warga yang telah pindah dan ditertibkan pada September lalu.
"Maunya segera pindah ke rusun, dan dapat uang kompensasi sama seperti yang lain. Jangan dibedain, kan kami sama satu RW," harapnya.
Sementara warga lainnya, Suhandi (50) mengaku telah mendapat rumah kontrakan di daerah Kayumas, Pulogadung. Lantaran belum mendapat uang pengganti, untuk membayar rumah kontrakan itu, dirinya terpaksa menjual kayu dan puing bangunan rumahnya.
"Ini lagi nyari yang beli. Uangnya buat makan sama bayar kontrakan," tuturnya.
Suhandi menyatakan, keputusannya untuk tetap bertahan lantaran selalu diprovokasi lahan tersebut tidak akan terdampak normalisasi. Apalagi, lahan itu disebut milik keluarga Adam Malik.
"Saya nyewa ke Adam Malik dari tahun 1976. Dibilangnya jangan dulu pindah sebelum ada instruksi, tapi ternyata ditertibkan juga," ungkapnya.
Meski telah mendapat kontrakan, Suhandi bersama keluarga dalam waktu dekat akan mendatangi Kantor Kecamatan Pulogadung. Suhandi berharap segera menempati rumah susun.
"Sekarang pengennya pindah ke rusun," katanya.
Selain Hana dan Suhandi, terdapat lebih dari 250 keluarga yang tinggal di sekitar Waduk Ria-Rio yang ditertibkan. Jefyodya Julyan, Kepala Unit pengelola Rusun Wilayah III mengatakan pihaknya telah memberikan kunci unit rusun kepada sekitar 200 keluarga di gelombang kedua.
Mereka menempati dua blok dengan masing-masing blok berjumlah sekitar 100 unit di Rusunawa Pinus Elok, Cakung. Sementara untuk warga yang telah mendaftar dan terverifikasi berhak mendapat rusun, pihaknya menyediakan dua blok rusun dengan masing-masing blok terdiri dari 75 unit di Cakung Barat.
"Jadi totalnya ada 150 unit yang kami sediakan. Semua sudah ada listrik dan airnya. Kalau untuk fasilitas bisa ditanyakan ke Kecamatan Pulogadung, atau PT Pulo Mas Jaya," katanya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah