Headlines News :
Home » , » Pengusaha Roti di Tasikmalaya PHK Buruh karena Harga Gas 12 Kg Naik

Pengusaha Roti di Tasikmalaya PHK Buruh karena Harga Gas 12 Kg Naik

Written By Metro Post News on Senin, 06 Januari 2014 | 18.59


TASIKMALAYA - Sebuah pabrik roti di Kampung Pamijahan, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, terpaksa memberhentikan pegawainya akibat kenaikan gas 12 kilogram.
Pengusaha roti ini mengakui, tak mampu menutupi biaya produksi akibat mahalnya gas non-subsidi tersebut.
Pemilik pabrik Entet Nuryati mengatakan, sebelumnya ia memiliki pegawai sebanyak 36 orang. Setelah harga gas naik, hampir setengah jumlah pegawainya terpaksa diberhentikan.
"Supaya pabrik saya tetap jalan, terpaksa saya berhentikan hampir setengah jumlah pegawai. Soalnya, biaya produksi pasca-kenaikan harga gas semakin tinggi. Sekarang gas 12 kilogram harganya Rp 127.000 per tabung," jelas Entet, di pabriknya, Senin (6/1/2014).
Selain mengurangi pegawai, kata Entet, pihaknya pun telah beralih menggunakan gas 3 kilogram untuk produksinya. Hal itu dilakukan agar usahanya tetap bertahan.
"Untuk harga roti tidak dinaikkan, dan ukurannya masih tetap," kata Entet.
Dengan kondisi ini, pihaknya berharap pemerintah segera menanggulangi mahalnya harga gas 12 kilogram. Soalnya, para pelaku usaha home industry selama ini tidak diperbolehkan menggunakan gas 3 kilogram.
"Kami terpaksa pakai gas 3 kilogram sekarang supaya kami usahanya tetap jalan. Kalau dipaksakan memakai gas non-subsidi, kita bisa bangkrut," katanya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah