Headlines News :
Home » , » Terendam Banjir, Ratusan Penghuni Panti Sosial PSBK Bekasi Dievakuasi

Terendam Banjir, Ratusan Penghuni Panti Sosial PSBK Bekasi Dievakuasi

Written By Jainal Fatmi on Senin, 20 Januari 2014 | 00.48

Bekasi - Sekitar 140 gelandangan dan pengemis (Gepeng) terpaksa dievakuasi karena pondok penginapan mereka terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter sejak Jumat (17/1) dan hingga kini, ketinggian air belum menyurut. Pondok penginapan ini berlokasi di Panti Sosial Bina Karya (PSBK) Pangudi Luhur, Jalan Joyomartono No. 19, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Pondok yang terendam merupakan tempat pelatihan ketrampilan sekaligus tempat penginapan mereka," ujar Mimin Kartini (41), salah satu pegawai PSBK Pangudi Luhur, Minggu (19/1). Tidak jauh dari lokasi banjir, tembok pembatas PSBK Pangudi Luhur roboh sepanjang 25 meter akibat tergerus banjir pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 23.30 WIB.

Tembok ini merupakan pembatas dengan Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, yang saat itu mengalami banjir ketinggian 2 meter. Menurut Mimin, Pondok yang terendam banjir ini merupakan tempat pelatihan ketrampilan seperti montir motor/mobil, desain grafis, tata rias, menjahit, olahan pangan, olahan kedelai, pertukangan kayu, pertukangan las dan pertanian. "Selama enam bulan mereka diberi pelatihan dan pembinaan. Setelah itu, mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing," ungkap Mimin.

Di lokasi ini, terdapat juga panti asuhan bagi para lanjut usia (lansia) dan tuna netra. "Mereka yang terkena banjir sudah dievakuasi ke gedung panti tuna netra," imbuhnya. Di tempat terpisah, SMPN 7 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dijadikan tempat pengungsian bagi warga Perumahan Graha Prima. Air mulai meninggi sejak Minggu (19/1) dini hari dengan ketinggian 60-200 centimeter (cm). Minggu (19/1) ini adalah banjir hari kedua sejak Sabtu (18/1) dini hari kemarin.

 Sebelumnya, pada Sabtu sore sempat surut sekitar 20-30 cm dan air kembali meninggi pada Minggu dini hari. Tampak terlihat, beberapa personel TNI Angkatan Darat menggunakan perahu karet, bolak-bolak melakukan evakuasi warga. Personel TNI ini mengantar warga yang hendak membeli kebutuhan logistik maupun yang ingin mengungsi.

Hingga saat ini, ketinggian air mencapai lutut orang desawa. "Ketinggian mencapai sedada di dapur rumah. Kami lebih baik mengungsi ke tempat yang aman," ujar Evi (45), warga Blok A RT 02/RW 16 Perumahan Graha Prima.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah