Headlines News :
Home » , , » Wagub Belum Puas Kinerja Camat dan Lurah

Wagub Belum Puas Kinerja Camat dan Lurah

Written By Metro Post News on Selasa, 07 Januari 2014 | 20.25

Jakarta - Meski evaluasi kinerja belum dilakukan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan belum puas dengan kinerja camat dan lurah hasil lelang jabatan. Masih cukup banyak camat dan lurah belum menjalankan tugasnya dengan baik.
“Ya belum evaluasi sih. Ini kita masih sering mengundang makan siang beberapa lurah. Kita sering undang mereka. Untuk mengetahui mau mereka seperti apa,” kata Basuki di Balai Kota DKI, Selasa (7/1).
Kendati demikian, melihat dari hasil tes yang pernah diadakan Pemprov DKI, terlihat hanya 20 hingga 30 persen camat dan lurah yang dinilai memiliki kinerja bagus. Melihat hal itu, Ahok menegaskan perlu ada tindakan penyamaan persepsi dengan mereka.
Sebab puluhan tahun paradigma bekerja mereka masih berdasarkan pola pikir yang lama. Camat dan lurah tetap takut terhadap oknum-oknum tertentu yang meminta sumbangan, bahkan memperlakukan oknum tersebut dengan baik.
Tidak hanya itu, ada camat dan lurah melakukan penyelewengan anggaran yang digunakan untuk membuat orang menyenangi dirinya sendiri.
“Nah kita mesti samakan persepsi mereka. Orang minta sumbangan apa pun dibaik-baikin, ambil uang supaya disenangi orang. Ini paradigma harus diubah. Kalau kamu sumbang, nggak usah rayu ibu-ibu PKK untuk bikin acara. Nggak akan ngaruh untuk kamu naik pangkat. Itu paradigma 30 tahun lalu. Sekarang yang penting pelayanan ke masyarakat baik,” ujarnya.
Kendati demikian, Ahok mengakui sudah hampir 90 persen camat dan lurah bekerja sesuai dengan apa yang dia dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo inginkan. Hanya saja, sistem dan mekanisme pelayanan di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan masih belum memadai, sehingga harus diberikan pelatihan pelayanan seperti bank.
“Boleh dikatakan hampir 90 persen sesuai dengan apa yang kami mau. Tetapi pelayanannya yang belum, karena belum pernah dilatih. Konsep banknya sudah diberikan, tetapi untuk teknisnya belum. Pokoknya, kantor kelurahan dan kecamatan dulu yang dijadikan seperti bank, baru seluruh kantor SKPD dan UKPD di Jakarta,” ujarnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah