Headlines News :
Home » » Dinas Pertamanan Inventarisasi Taman yang Rusak Akibat Banjir

Dinas Pertamanan Inventarisasi Taman yang Rusak Akibat Banjir

Written By Metro Post News on Kamis, 06 Februari 2014 | 16.48


Jakarta - Banjir di Jakarta telah membawa dampak yang luas. Tidak hanya warga harus mengungsi dan jalan rusak, tapi juga mengakibatkan puluhan taman yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI rusak karena terendam air dan sampah sisa banjir.
Saat ini, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta sedang melakukan inventarisasi taman rusak akibat banjir di lima wilayah.
Data sementara, taman yang rusak di Jakarta Barat berada di 25 lokasi dan 18 lokasi di Jakarta Pusat. Di Jakarta Selatan ada satu taman besar yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir yaitu Taman Lansia Langsat, Kebayoran Baru.
Pelaksana Teknis Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jonathan Pasodung mengatakan jumlah taman rusak di lima wilayah DKI belum didapatkan karena sekarang dirinya sedang melakukan inventarisasi taman rusak berdasarkan laporan dari kepala suku dinas (kasudin) masing-masing wilayah.
"Sekarang masih saya inventarisasi. Lagipula sekarang kan banjir belum surut semua. Nanti kalau sudah lengkap datanya akan kita beritahu media," kata Jonathan kepada , Kamis (6/2).
Dijelaskannya, tingkat kerusakan taman yang terendam banjir tidak terlalu parah karena hanya terendam beberapa hari. Namun, banyak tanaman yang mati atau tercabut dari tanah.
Sampah-sampah yang terbawa arus banjir juga memenuhi taman dan merusakkan pohon atau tanaman yang ada dalam taman.
"Lagipula terkena banjirnya kan tidak lama. Hanya satu atau beberapa hari terendam langsung surut," ujarnya.
Setelah banjir surut dan mengering, pihaknya langsung menurunkan tim buser (buru sergap) untuk segera melakukan perbaikan ruang terbuka hijau tersebut.
Tindakan yang dilakukan sama dengan tindakan penanganan dan pemeliharaan rutin yaitu mengganti tanaman atau pohon yang rusak dan membersihkan sampah akibat banjir.
"Yang fokus kita lakukan adalah pembersihan sampah. Karena umumnya sampah terbawa arus ke arah taman. Lalu ketika surut, taman jadi tertutup sampah akibat banjir. Dampaknya tanaman jadi rusak. Kalau sudah gitu tim buser kami langsung angkutin sampahnya dulu baru tata rapi taman yang rusak itu," jelas Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKi ini.
Jonathan memastikan perbaikan taman rusak tidak akan dibiarkan terbelengkalai lama. Setiap banjir surut, maka tim buser perbaikan taman langsung turun ke taman yang rusak untuk ditata rapi kembali.
Mengenai biaya perbaikan taman yang rusak, Jonathan mengatakan biaya tersebut ada di anggaran masing-masing sudin wilayah. Hanya saja diprediksikan kerugian taman rusak mencapai Rp 40-60 juta per taman.

Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah