Headlines News :
Home » , » Diretur RSUD padjonga dg ngalle kab. Takalar layak di juluki ratu Arogan

Diretur RSUD padjonga dg ngalle kab. Takalar layak di juluki ratu Arogan

Written By Jainal Fatmi on Minggu, 16 Februari 2014 | 12.58

Takalar, MP - “Warga miskin takalar dilarang sakit” Seperti itulah kata yang layak bagi masyarakat pengguna kartu jamkesmas dan jamkesda, bersiaplah untuk antri di loket pendaftaran selama 2 sampai 3 jam. Antrian puluhan pasien pengguna kartu jamkesmas dan jamkesda menjadi pemandangan sehari hari di RSUD Padjonga Dg Ngalle Kab.Takalar,

hal ini menjadi sebuah pemandangan yang membuat hati kita menjadi miris, bisa kita bayangkan betapa buruknya system pelayanan yang di berikan oleh pihak managemen RSUD Padjonga Dg ngalle, hal ini terjadi sejak adanya pergantian direktur beberapa minggu yang lalu, kepala rumah sakit dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan rumah sakit.

Para pasien dan keluarga pasien harus berdesak desakan di loket yang hanya dilayani oleh dua pelayan loket, sehingga proses pelayanan sangat lambat dan menyebabkan antrian yang cukup lama bagi keluarga pasien yang ingin mendapatkan obat,

Seperti yang terjadi saat Metro Post berkunjung ke RSUD Padjonga Dg Ngalle beberapa waktu yang lalu, di selah kunjungan itu mereka melihat beberapa anak balita menangis karena kepanasan, ibu hamil mengeluh karena tidak tahan duduk menunggu antrian, bayangkan kalau seorang ibu hamil harus menunggu berjam-jam untuk sekedar mendapatkan obat.

Selain harus menunggu berjam jam, lebih parahnya lagi dengan adanya oknum pegawai yang bertugas di bagian loket pelayanan, dengan muka judes dan kata kasar sering terlontar dari mulutnya kepada para pasien,sebab mereka kadang kala mempertanyakan berkas yang dimasukkan karena sudah terlalu lama namun namanya tidak kunjung di panggil juga. Seperti yang menimpa salah seorang ibu hamil “Bunga” 37 thn (nama samaran) yang sudah menunggu hampir 3 jam, namun namanya tak kunjung di panggil juga,

Saat dia ke loket mempertanyakan kenapa namanya belum juga di panggil sementara dia sudah menunggu mulai dari jam 09-00 pagi dan sampai sudah masuk waktu duhur, namun alangkah kaget dan marahnya, ketika oknum yang bertugas di loket menjawab dengan judesnya “Tidak tau juga kenapa, cari sendirimako”.kata petugas loket.

Sempat terjadi keributan dan adu mulut antara keduanya, Dg Bunga merasa tidak terima dengan cemohan petugas,Dg Bunga segera menghubungi beberapa wartawan untuk melaporkan masalah pelayanan terhadap pasien pengguna kartu Jamkesmas, Jampersal dan Jamkesda yang sangat buruk. Sementara itu, pihak management rumah sakit saat di konfirmasi masalah ini, berjanji akan segera membenahi sistem pelayanan di loket, bukan hanya pelayanan di loket saja yang semakin buruk, tetapi juga terjadi di ruangan USG bagi ibu hamil, dimana di tempat itu para pasien penyakit dalam dan penyakit lainnya di periksa di tempat yang sama, yang seharusnya di pisahkan dengan ibu hamil, dan lebih parahnya lagi dengan rusaknya toilet di tempat tersebut yang membuat ibu hamil harus menderita menahan buang air kecil karena terlalu lama menunggu antrian.

Menanggapi masalah tersebut, salah seorang aktifis AMPERA Sukri Rate saat dimintai komentarnya terkait masalah tersebut mengatakan, “masalah ini merupakan cermin sikap yang tidak profesional oleh pihak management RSUD Padjonga Dg Ngalle apalagi dirut kan masih PLT (Pelaksana Tugas)”, meskipun sifatnya gratis tetapi masyarakat harus di berikan pelayanan yg baik, ia juga menambahkan kalau dalam waktu satu bulan ke depan tidak dilakukan pembenahan managemen,PLT direktur RSUD Padjonga Dg Ngalle sebaiknya di copot dari jabatannya karena gagal memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pengguna Jamkesmas dan Jamkesda”.

 Semoga saja Pemerintah kabupaten Takalar mempertimbangkan kembali penempatan pejabat yang ada di RSUD Padjonga Dg Ngalle demi terciptanya pelayanan yang maksimal dan bermutu nasional, utamanya kepada masyarakat menengah kebawah, tentu masyarakat dari kabupaten lain juga tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.sebab mereka juga butuh perlakuan yang sama dalam hal pelayanan gratis,tentu harus di berikan pelayanan sama dengan pengguna layanan umum. (suk87).
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah