Headlines News :
Home » , » Gila !! Pembebasan Waduk Ciawi 15 Juta Permeter

Gila !! Pembebasan Waduk Ciawi 15 Juta Permeter

Written By Metro Post News on Jumat, 21 Februari 2014 | 12.57

Jakarta - Mendengar Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan membeli lahan untuk membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi, warga Bogor dengan semena-mena menentukan harga lahan. Mereka meminta harga lahan Rp 15 juta per meter persegi.
Permintaan tersebut serta merta membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meradang. Pria asal Belitung Timur ini lebih memilih membatalkan pembangunan kedua waduk tersebut daripada harus membayar triliunan rupiah untuk membeli lahan tersebut.
“Kita batalin saja. Ngapain kita harus keluarin anggaran sebesar itu. Mending saya beresin Jakarta kalau biayanya mahal,” kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (20/2).
Menurutnya, Jakarta tidak akan rugi kalau Waduk Ciawi atau Sukamahi tidak jadi dibangun. Karena waduk tersebut hanya bisa menampung 17 persen air hujan. Lagi pula kalau sudah tidak dapat menampung air hujan, tetap saja air akan mengalir ke Jakarta.
“Waduk itu cuma bisa tampung 17 persen saja kok. Memang akan mengurangi volume air hujan yang turun, tapi kan nanti kalau penuh tetap saja tumpah ke Jakarta. Kecuali kita buat waduk ini, tapi airnya lari ke Cianjur,” tukasnya.
Lebih baik, lanjutnya, Pemprov DKI berkonsentrasi membenahi kawasan utara Jakarta. Dengan memasang pompa dan memperbanyak pembangunan waduk di kawasan Jakarta Utara. Lalu membangun sheet pile di sungai dan waduk yang ada serta pintu air yang baru. Untuk mengerjakan semuanya itu, Pemprov DKI membutuhkan biaya lebih dari Rp 5 triliun.
“Ini kan pusat yang biayai pembangunannya, kita hanya bantu pembebasan lahannya. Keinginan saya dengan gubernur sama. Kita mau kurangi debit air ke Jakarta sebanyak 17 persen kan lumayan. Tapi kalau diperas, emang gubernur enggak pakai logika orangnya?” tegasnya.
Seperti diketahui, sejumlah pemilik tanah di Desa Cipayung Datar dan Gadog Kecamatan Ciawi serta Desa Sukamahi dan Sukakarya, Kecamatan Megamendung mengatakan harga itu sebanding untuk membebaskan Jakarta dari banjir.
“Harga tanah di Jakarta rata-rata Rp15 juta per meter, kami minta juga harga sebesar itu. Kami rela berkorban melepas tanah demi Jakarta bebas dari banjir,” ucap Usuf, warga Desa Cipayung.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah