Headlines News :
Home » » Korupsi APBD, Lurah Kayu Putih Ditahan

Korupsi APBD, Lurah Kayu Putih Ditahan

Written By Metro Post News on Jumat, 07 Februari 2014 | 18.18

Setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak dua bulan lalu, Lurah Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Rosidah Sri Buntari, akhirnya harus merasakan dinginnya lantai sel Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ia dijebloskan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, karena diduga korupsi dengan melakukan proyek fiktif pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp 600 juta.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Sylvia Desty Rosalina mengatakan, dalam modusnya tersangka melakukan kegiatan fiktif dan pembengkakan dana kegiatan. Tercatat ada 15 kegiatan yang dianggap fiktif dan merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 600 juta.

"Sebenarnya penetapan status tersangka itu sudah dua bulan lalu. Namun, penahanannya baru dilakukan hari ini. Tersangka akan ditahan 20 hari ke depan dan akan diperpanjang masa penahanannya selama proses pemeriksaan hingga berkasnya dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya, Jumat (7/2).

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut. Karena pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tersangka diketahui menjabat Lurah Kayu Putih sejak tahun 2011 hingga sekarang. Tersangka juga pada tahun 2013 mengikuti proses lelang jabatan lurah dan berhasil lolos seleksi.

Selanjutnya Sylvia menyebutkan ada 15 kegiatan yang dianggap fiktif dan anggarannya digelembungkan. Misalnya, kegiatan jasmani dan rohani warga, penggerakan masyarakat dalam kerja bakti minggu pagi. Kemudian penyediaan sarana dan prasarana penunjang kebersihan dan pertamanan kelurahan, pemantauan kegiatan Ramadhan dan sebagainya.

Sylvia menandaskan, sebelum dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu, tersangka sempat menolak menandatangani berkas. Namun, ia tak menjelaskan alasan penolakan tersebut. Belakangan akhirnya tersangka menandatangani berkas pemeriksaan tersebut.

Atas perbuatannya, Rosidah dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 UU nomor 31 tahun 99 yang telah diperbarui menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Pelaku dapat diancam pidana penjara maksimal 20 tahun.


 
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah