Headlines News :
Home » , , » Wartawan Tantang Polres Takalar Untuk Tegakkan Keadilan Walau Langit Akan Runtuh

Wartawan Tantang Polres Takalar Untuk Tegakkan Keadilan Walau Langit Akan Runtuh

Written By Jainal Fatmi on Senin, 17 Februari 2014 | 01.11

TAKALAR, MP - Kasus pengancaman yang melibatkan adik kandung Bupati Takalar yang sementara di tangani oleh pihak polres Takalar yang sudah dalam tahap lidik, kasus pengancaman ini di laporkan oleh wartawan senior takalar Umi Aini karena di duga telah melanggar pasal 368 KUHP tentang pengancaman atau kekerasan, dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan,

Umi melaporkan kasus ini karena merasa di ancam oleh adi kandung Bupati Takalar yang juga Salah satu calon Legislatif provinsi Sul-Sel dari partai Golkar. Kejadian ini bermula saat Fahruddin Rangga memenuhi panggilan Panwaslu terkait indikasi pelanggaran beberapa waktu lalu di kantor Panwaslu Kabupaten Takalar 2013 lalu, umi merasa tidak terima dengan ucapan Fahruddin Rangga SE,M.Si, yang seolah pemanggilan dirinya oleh panwas tidak mau di muat oleh Umi. Umi menganngap dirinya seolah sengaja dihalangi untuk memuat kejadian itu, ia menganggap Fahruddin Rangga tidak menghargai tentang hak dan kebebasan Pers yang di atur dalam UUD Pers.

Umi melaporkan kasus ini kepada pihakkepolisian takalar demi terwujudnya rasa aman dalam menjalankan tugasnya sebagai kulih tinta.’’ saya tidak terima pengancaman ini dan saya meminta keadilan, saya merasa di ancam untuk tidak memuat berita, dimana hak saya sebagai insan Pers, kasus ini akan saya lanjutkan sampai ada titik terang dari pihak Polres”.Umi juga pertegas dalam ucapannya dalam kasus ini harus segera di selesaikan sampai ke meja hijau. tandas umi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Takalar Ajun Komisari Polisi (AKP) H.ABD. MALIK, SH. juga dalam keterangannya mengatakan” Laporan ini sudah kami terima dan sudah ada tim kami yang melidik kasus ini, kami berjanji akan prioritaskan kasus ini, kalau memang terbukti kami akan segera lakukan penyelidikan lebih lanjut, begitu berkas sudah memenuhi unsur kami aka kirim secepatnya ke pihah Kejaksaan”.

Fahruddin Rangga yang sebelumnya tidak bersedia hadir untuk di minta keterangannya pada saat di undang oleh penyidik polres, dengan alasan ia mau di periksa di tempatnya saja, sehingga pihak polres melayangkan surat undangan yang ke dua,dalam undangan yang ke dua baru Fahruddin Rangga bersedia datang ke polres untuk di minta keterangannya di hadapan penyidik,di sisi lain solidaritas wartawan Kabupaten Takalar mepertanyakan kepada pihak polres sejauh mana perkembangan kasus yang di alami oleh Umi Aini, beberapa wartawan senior takalar sangat menyayangkan kejadian ini, mereka menganggap bahwa tidak seharusnya ucapan seperti itu terlontar dari mulut Fahruddin Rangga mengingat ia salah satu orang yang berpendidikan dan ternama.

Kejadian ini sengaja atau tidak bagi Umi ini merupakan hal yang bersifat pengancaman dan harus di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.jelas umi. Dengan adanya kejadian ini harusnya orang lebih menghargai hak dan kebebasan individu, dalam UUD sangat jelas tertuang tentang hak dan kebebasan insan pers dalam hal pemberitaan, penegakan supremasi hukum harus jelas dan tidak melihat siapapun orangnya, dimata hukum setiap orang memiliki kedudukan yang sama, kalau jelas pelanggarannya kenapa tidak di proses, inilah peranan pihak kepolisian yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan kasus.supaya tidak terjadi lagi hal yang sama di kemudian hari. Suk 87.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah