Headlines News :
Home » , , » ASIS, oknum ‘Suruhan’ merpati Lakukan penebangan kayu di lahan milik warga

ASIS, oknum ‘Suruhan’ merpati Lakukan penebangan kayu di lahan milik warga

Written By Jainal Fatmi on Kamis, 06 Maret 2014 | 17.00

Maros, MP - Aparat Kepolisian dari Polres Maros Propinsi Sulawesi Selatan yang menangani laporan kasus penebangan dan pencurian kayu di lahan milik alm. ARE P.B. TASSULO, di Desa Baji Mangae Kecamatan Mandai Kabupaten Maros terkesan setengah hati.

Sikap penyidik yang “plin plan” dalam merespon laporan korban pelapor yang dalam hal ini adalah salah seorang ahliwaris pemilik lahan, terbaca ketika untuk kesekian kalinya para ahliwaris melaporkan kejadian yang sama dengan laporan sebelumnya, namun sampai berita ini dirilis, petugas hanya bersikap pasif dan belum melakukan tindakan respontif dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan di TKP. Terkait laporannya, salah seorang korban pelapor mengatakan, dirinya sudah berkali-kali menyampaikan kepada penyidik jika terlapor walaupun sudah diingatkan, tetapi terus saja melakukan aktifitasnya di lahan miliknya.

Dan terhadap hal tersebut, sudah pula berkali-kali diberitahukan kepada petugas, namun sejauh ini tidak ditanggapi secara serius. “ Ada apa sebenarnya dengan polisi, kok laporan kami tidak ditanggapi secara serius. Padahal kayu yang ditanam almarhum orangtua sudah hampir habis ditebang oleh pak Asis, kami jadi curiga ada permainan apa atas semua ini “, ungkap salah seorang ahliwaris. Terkait permasalahan tersebut, mendapat perhatian serius dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat dari perwakilan Lembaga HAM Indonesia Propinsi Sulawesi Selatan.

Penyidik melalui Kaur Oprs Reskrim Polres Maros, yang ditemui diruang kerjanya belum lama ini, kepada Amran Yusuf, salah seorang anggota dari Lembaga HAM mengatakan, bahwa terkait laporan pengrusakan dan atau pencurian kayu di TKP oleh lelaki Asis yang dilaporkan para ahliwaris Are P.B. Tassulo sedang dalam tahap penyelidikan. “ Kami sedang mendalami kasus ini, dan saya sudah perintahkan penyidiknya untuk segera menindaklanjutinya. Silakan lengkapi bukti-buktinya. Kami akan lakukan sesuai prosedur “, jelasnya.

Dari hasil pantauan wartawan bersama LSM, kasus ini berawal dari laporan Maskapai Penerbangan “MERPATI” terhadap dugaan penyerobotan lahan oleh para ahli waris almarhum ARE P.B. TASSULO terhadap sebidang tanah kebun, yang sedang dalam tahap penyelidikan. Pada saat yang sama di TKP terjadi pula penebangan kayu yang dilakukan oleh lelaki Asis yang mengaku sebagai orang suruhan dari MERPATI. “ Iya pak, saya orang suruhan dari Merpati “, ungkap Asis kepada wartawan.

Sementara itu, sejauh ini pihak maskapai penerbangan Merpati belum dapat dikonfirmasi. Terkait permasalahan tersebut, berbagai kalangan yang dimintai komentarnya mengatakan hal yang senada, bahwa semestinya sebagai sebuah intitusi, MERPATI semestinya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Dan pihak Kepolisian yang menangani kasus tersebut, harus pula netral dan mengedepankan ‘asas praduga tidak bersalah’, agar jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa diperlakukan secara tidak adil di mata hukum. “ Merpati sebagai sebuah institusi mestinya menahan diri dan menghormati proses hukum. Janganlah arogan memerintahkan seseorang untuk lakukan aksi-aksi yang dapat mengundang emosi dan kekerasan. Saya juga berharap agar Polisi bersikap netral. Jalankanlah asas praduga tidak bersalah. Perlakukan semua pihak sama di mata hukum “, ujar salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau dituliskan namanya.- (M. Akram)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah